Ombudsman Yakin Polri Kooperatif Tindak Lanjuti Laporan Novel

Meilikhah    •    Rabu, 06 May 2015 16:08 WIB
novel baswedan
Ombudsman Yakin Polri Kooperatif Tindak Lanjuti Laporan Novel
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyerahkan laporan yang diterima oleh Komisioner Ombudsman Budi Santoso (tengah) didampingi Komisioner Ombudsman Pranowo Dahlan di Gedung Ombudsman, Jakarta, Rabu (6/5).--MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga pengaduan masyarakat, Ombudsman RI, yakin Polri akan kooperatif memberi keterangan terkait penangkapan, penahanan, dan dugaan penyalahgunaan wewenang, yang dilaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Anggota Ombudsman bidang Penyelesaian Laporan Pengaduan, Budi Santoso, merujuk pada sejumlah kasus yang berkaitan dengan Polri. Polri, kata dia, selalu menyiapkan pihak berkompeten untuk dihadirkan di Ombudsman.

"Bahkan, (dalam suatu kasus) pernah satu ruangan ini enggak cukup nampung penyidik. Itu salah satu contoh sikap kooperatif mereka," jelas Budi.

Meski dinilai kooperatif, Budi menilai Polri tak selalu menjalankan rekomendasi yang diberikan Ombudsman. Menurutnya, hanya sebagian rekomendasi Ombudsman yang dijalankan. "Misal ada lima poin, tiga empat yang ditindak lanjuti," katanya.

Tim kuasa hukum Novel Baswedan yang diketuai Muji Kartika Rahayu, juga berharap hal sama.

"Semua pertemuan kami terverifikasi. Kepolisian, harapan kami koorperatif memberi keterangan memadai," ujar Muji, usai pertemuan dengan perwakilan Ombudsman.

Jika dibandingkan lembaga penegak hukum lain, Budi mengapresiasi tindakan Polri yang cukup kooperatif dalam menanggapi permintaan Ombudsman untuk memberikan keterangan.

Novel Baswedan melaporkan Bareskrim Polri terkait dugaan maladministrasi penangkapan dan penahanannya ke Ombudsman, hari ini.

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri menangkap dan menahan Novel terkait sangkaan melanggar Pasal 351 Ayat (1) dan (3) atas tudingan perbuatan tersangka terhadap korban Mulya Johani alias Aan.

Namun, penangkapan dan penahanan Novel justru atas surat perintah penyidikan perkara lain yang pasalnya juga berbeda. Novel ditangkap dengan dijerat Pasal 351 Ayat (2) dan Pasal 442 juncto Pasal 52 KUHP.

Atas perkara ini, penyidik Bareskrim tak hanya diduga melakukan maladministrasi terkait penangkapan dan penahanan, namun juga dinilai menyalahgunakan wewenang.
 


(UWA)