Sempat Diremehkan, Kini Ed Miliband Dijagokan Jadi PM Inggris

Fajar Nugraha    •    Rabu, 06 May 2015 16:36 WIB
pemilu inggris 2015
Sempat Diremehkan, Kini Ed Miliband Dijagokan Jadi PM Inggris
Pimpinan Partai Buruh Ed Miliband (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, London: Nama Ed Miliband mungkin tidak cukup dikenal di Tanah Air. Namun di Inggris, dia menjadi kandidat kuat perdana menteri.
 
Namun ada yang menarik dari sosok pemimpin Partai Buruh itu. Dirinya sebelumnya tidak pernah diperhitungkan sebagai Perdana Menteri Inggris.
 
Vonis terhadap Miliband saat itu juga cukup kejam. Dia dianggap terlalu lemah dan terlalu aneh untuk menjadi pemimpin Negeri Monarki Parlementer tersebut.
 
Sebagai seorang pimpinan partai besar, angka penerimaannya sempat dianggap yang terendah. Pendukung Miliband memang banyak, tetapi tidak sedikit pula yang menginginkannya jatuh. Sementara pesaingnya dari Partai Konservatif David Cameron, saat ini menikmati dukungan besar menyusul keberhasilan pemerintahannya melakukan perbaikan ekonomi.
 
Namun suara rakyat Inggris memberikan suatu yang tidak biasa selama beberapa bulan terakhir. Mereka memberikan politisi berusia 45 tahun kesempatan kedua.
 
Anak dari imigran Yahudi itu pun menyambut kesempatan yang diberikan kepadanya. Miliband berhasil memanfaatkan jurang antara si kaya dengan si miskin di Negeri Ratu Elizabeth itu.
 
Hanya dalam beberapa pekan, Miliband berhasil mengubah pandangan dari rakyat Inggris. Dia kini menjadi favorit menjadi PM Inggris, dalam pemilu yang paling banyak terfragmen dalam sejarah percaturan politik negara tersebut. Poling menyebutkan Miliband kemungkinan gagal meraih suara mayoritas di parlemen, tetapi dia mungkin akan mendapat posisi pimpinan dan penting dalam fraksi koalisi dari kalangan oposisi.
 
Bagi yang mengenal Miliband, kembalinya dia mungkin bukan sebuah kejuatan. Hal ini dianggap sebgai bukti bahwa sikap kombatan yang kerap terselubung oleh sosok yang dianggap baik hati. 
 
"Dia politis yang kejam. Rakyat melihatnya sebagai sosok lemah. Tetapi dirinya menginginkan kekuasaan seperti halnya politisi lainnya menginginkan kekuasaan," ujar penulis biografi Miliband, Mehdi Hasan, seperti dikutip Guardian, Rabu (6/5/2015).
 
Jika menang pada pemilu 7 Mei 2015 besok, Hasan dan para pengamat lainnya menilai Ed Miliband, akan menggunakan kekuasaannya melakukan perubahan radikal yang progresif dari kebijakan Inggris. Kebijakan ini tidak hanya akan merombak kebijakan kekuasaan lama dari pihak Tory (sebutan untuk Partai Konservatif), tetapi juga didasarkan atas kebijakan sentris dari Partai Buruh selama 13 tahun berkuasa sebelum David Cameron naik.



(FJR)