Bangun Pabrik Karet, Menperin Pinta Michelin Serap Karet Petani

Husen Miftahudin    •    Rabu, 06 May 2015 18:33 WIB
karet
Bangun Pabrik Karet, Menperin Pinta Michelin Serap Karet Petani
Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen BIM Harjanto menerima kunjungan Corporate Vice President Public Affairs Michelin, Eric Le Corre. Dok/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Produsen ban dunia asal Prancis, Compagnie Financiere Michelin berniat untuk membangun pabrik karet di Indonesia. Pembangunan pabrik tersebut merupakan patungan antara Michelin dengan anak usaha Barito Pacific, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, rencananya Michelin juga akan memiliki perkebunan karet sendiri untuk mendukung produksi ban mereka. Namun sayangnya, butuh waktu untuk menghasilkan karet dari kebun yang akan dirintis tersebut.

Maka itu, sebelum menggunakan hasil dari perkebunan karet miliknya, Saleh meminta kepada Michelin agar menggunakan produksi karet petani lokal untuk bahan baku pembuatan ban. Hal ini selain dapat memenuhi kebutuhan produksi ban, juga dapat membantu para petani atas serapan karet untuk industri.

"Pabriknya kan baru beroperasi 2019, perkebunan karet juga butuh waktu untuk mulai menghasilkan. Jadi saya minta Michelin lebih dahulu menyerap karet petani," ujar Saleh usai menerima Corporate Vice President Public Affairs Michelin Eric Le Corre di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

Dia mengungkapkan, sejauh ini, produk karet alam terbanyak Indonesia dihasilkan oleh Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Jika produksi karet alam terserap oleh Michelin, menurut Saleh bakal pula meningkatkan serapan karet lokal ke industri.

Sementara itu, Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kemenperin Harjanto mengatakan, saat ini serapan karet lokal untuk industri hanya sekitar 20 persen. Hal ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia yang sudah terserap hingga 40 persen dari total produksi karet alam mereka.

"Selama ini, sepertiga kebutuhan karet di unit-unit produksi Michelin seluruh dunia berasal dari Indonesia. Maka dengan pembangunan pabrik karet di Indonesia, diharapkan dapat menambah serapan karet alam lokal," pungkas Harjanto.


(WID)