Akhir Mei Ekspor CPO Kena Pungutan USD50/Ton

Fathia Nurul Haq    •    Rabu, 06 May 2015 19:10 WIB
cpo
Akhir Mei Ekspor CPO Kena Pungutan USD50/Ton
Ilustrasi. Antara/Basri Marzuki

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil memastikan Peraturan Pemerintah tentang CPO Fund mulai diterapkan akhir Mei ini. Kebijakan atas pengutan CPO dan produknya untuk ekspor akan menghasilkan dana sebesar USD750 juta atau sekitar Rp8 triliun per tahun.

Mulai akhir Mei, pemerintah akan menarik CPO sebesar  USD50 per ton dan produknya USD30 per ton.

"PP nya sudah diteken, Perpres sudah diteken. Tinggal BLU tengah dikerjakan Menkeu. BLU kita harapkan selesai 1-2 minggu kedepan. Sehingga semua bisa efektif minggu keempat bulan Mei," ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (6/5).

Dia juga membeberkan pungutan tersebut untuk mendukung penggunaan biodiesel dalam negeri. Kemudian, penanaman kembali kebun kelapa sawit yang rusak.

"Membantu replanting kebun rakyat. Karena lebih dari 3 juta hektar kebun rakyat tidak bisa replanting karena tidak punya modal. Dengan dana ini, nanti akan kita dukung sistem perbankan memberikan subsidi bunga sehingga perbankan bisa membiayai kebun rakyat," ucap Sofyan.

Selain itu, Sofyan juga menyebut dana tersebut akan dialokasikan untuk pendidikan. Alasannya, sebagian masyarakat yang terlibat di penanaman sawit tidak memiliki pendidikan yang cukup. Selain itu, dana tersebut akan dialokasikan untuk peningkatan produksi melalui program penelitian.

"Dana ini juga untuk R&D karena sawit punya potensi besar. Di laboratorium, sawit itu berpotensi memberi hasil sampai 14 ton per ha. Sekarang kebun terbaik sekitar 8 ton per ha. Kalau riset kita dukung sawit CPO akan baik," pungkasnya.


(WID)