Waspada Kerupuk Jengkol Mengandung Boraks

Yahya Farid Nasution    •    Rabu, 06 May 2015 19:24 WIB
makanan berbahaya
Waspada Kerupuk Jengkol Mengandung Boraks
Ilustrasi razia makanan mengandung boraks (Foto:MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polsek, Kelurahan dan Koramil 04 Cengkareng melakukan razia tempat produksi kerupuk jengkol di Jalan Kampung Pulo Harapan Indah, RT 007/010, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (6/5/2015). Pabrik itu diduga memproduksi kerupuk jengkol menggunakan boraks.
 
Lurah Cengkareng, Imbang Santoso mengatakan, dari pabrik bernama UD Matahari itu aparat gabungan berhasil mengamankan bahan kimia boraks, tawas, pewarna, dan gula sintetis. Sampel barang dan adonan mentah itu kini disita untuk diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan.
 
"Ini tindak lanjut laporan warga. Pabrik itu menggunakan pewarna sintetis dan pengawet. Ada beberapa barang yang kami amankan untuk diteliti lebih lanjut," kata Imbang di lokasi razia.
 
Kapolsek Cengkareng, Kompol Sutarjono mengatakan, pihaknya belum dapat menahan pemilik dan pegawai pabrik sebelum mendapatkan kepastian dari BPOM. "Kami menunggu hasil pembuktian dari BPOM dari bahan mentah yang kami sita," ujarnya.
 
Pemilik pabrik, Leo Ni Fong, 70, mengklaim tidak pernah memberikan bahan pengawet selama proses pembuatan kerupuk jengkol.
 
"Bahan dasar kerupuk ini hanya sagu sama jengkol, pakai bleng buat kenyal. Komposisinya 100 kilogram sagu pakai bleng satu kotak kecil," ujar Leo.
 
Berdasarkan penelusuran Metrotvnews.com, bleng adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi sama dengan natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.
 
Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks. Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak.
 
Leo menjelaskan, kerupuk itu dipasarkan di seluruh wilayah Jabodetabek. Dalam sebulan pemilik mendapat omzet Rp 10 juta dengan keuntungan 10 - 20 persen. "Harga satu plastik besar Rp 40 ribu. Jual per satuan Rp 500," ujarnya.
 


(FZN)