Masalah Pengaturan Skor Jadi Perhatian Penting Menpora

Krisna Octavianus    •    Rabu, 06 May 2015 21:21 WIB
liga indonesiapssi dibekukan
Masalah Pengaturan Skor Jadi Perhatian Penting Menpora
PSS Sleman versus PSIS (Dok: Ligaindonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu alasan dibentuknya Tim Sembilan oleh Kemenpora adalah untuk memberikan perhatian kepada masalah sepak bola, yaitu soal pengaturan skor. Pada saat Tim Sembilan dibentuk, saat itu tengah hangat masalah sepak bola gajah yang melibatkan PSS Sleman dan PSIS Semarang.

Salah satu poin rekomendasi Tim Sembilan adalah tentang pengaturan skor. Bunyi rekomendasi khusus mengenai pengaturan skor, Tim mendorong Kemenpora untuk menindaklanjuti secara objektif karena akan berdampak signifikan bagi profesionalisme pengelolaan sepak bola nasional sebagaimana diatur dalam salah satu tujuan FIFA.

Ditanya mengenai pengaturan skor, Menpora Imam Nahrawi merasa hal itu perlu dilakukan investigasi khusus. Investigasi dianggap penting agar di masa mendatang kejadian pengaturan skor tidak terjadi lagi.

"Saya kira harus ada investigasi khusus karenanya nanti salah satu tugas krusial Tim Transisi itu melakukan penyelidikan terhadap dugaan-dugaan itu. Ini penting untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, bagaimana pengaturan skor, bagaimana judi itu berlangsung," ujarnya kepada wartawan.

Penyelesaian masalah pengaturan skor, menurut Imam, Indonesia harus belajar dari Vietnam. Seperti diketahui, Vietnam sangat serius jika menangani masalah match fixing. Setiap yang terlibat cepat ditangkap dan diadili.

"Ini penegakan hukum dan kita harus belajar dari Vietnam. (Karena di Vietnam) kemudian pelaku pengaturan skor cepat ditangkap," harapnya.

Bagi politikus PKB itu, pengaturan skor di sepak bola Indonesia akan segera terungkap. Akan tetapi, semuanya harus dilakukan berdasarkan keseriusan dan kesungguhan tanpa ditunggangi kepentingan politik.

"Kalau dilaksanakan dengan serius dan dengan penuh kesungguhan akan cepat, asal tidak ada muatan politik dan tidak ada muatan kepentingan yang lain ini pasti bisa terungkap," pungkasnya.


(RIZ)