Calon Hakim Agung Ditanya soal Kasus Hakim Yamanie

- 16 Januari 2013 14:16 wib
<p>M Syarifuddin--MI/M Irfan/wt</p>

M Syarifuddin--MI/M Irfan/wt

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari ketiga uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR dan dua calon hakim agung yang diuji terlihat hati-hati. Kini kasus hakim Ahmad Yamanie menjadi topik pertanyaan terhadap calon hakim agung M Syarifuddin.

"Masalah gembong narkoba, kita ketahui hakim agung membuat keputusan yang membuat kita terkaget-kaget, yang membuat Ahmad Yamanie dijatuhi hukuman," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Hanura Syarifuddin Suding dalam uji kepatutan dan kelayakan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/1).

Menurut Sudding, sejak awal uji kepatutan dan kelayakan tidak ada calon hakim agung yang memberikan jawaban memuaskan. Ia menilai Komisi Yudisial tidak memberikan calon hakim agung yang berkompenten.

Syarifuddin pun menjawab bahwa pembebasan gembong narkoba oleh Yamanie sangat memperhatinkan. Namun ia tak bisa mengomentari lebih jauh karena menyangkut kode etik. Ia menyerahkan masalah Yamanie kepada Komisi Yudisial.

Syarifuddin adalah hakim pengawas di Mahkamah Agung. Ia adalah pihak yang dikabarkan melaporkan ulah Yamanie.

Sebelumnya, calon hakim agung Maria Anna Samiyati diberondong pertanyaan terkait suap. Bagaimana jika Maria disuap untuk membela yang benar?

"Saya tidak boleh komentari suatu perkara, baik belum atau sudah berkekuatan hukuman tetap dalam keadaan apapun. Saya tidak bisa berikan komentar," kata Anna.

Uji kepatutan dan kelayakan calon hakim agung dibagi dua gelombang. Gelombang pertama, yakni 12 calon selesai hari ini. Sementara gelombang kedua dimulai besok dengan 12 calon. (Andhini)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…