Lantik Pejabat, Menperin Harap Industri Lokal Tangguh & Berdaya Saing

Husen Miftahudin    •    Rabu, 06 May 2015 22:14 WIB
pelantikan
Lantik Pejabat, Menperin Harap Industri Lokal Tangguh & Berdaya Saing
Menperin lantik tiga pejabat baru (Foto: Metrotvnews.com/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin melantik tiga pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pelantikan ini diharapkan memberi dukungan terhadap pertumbuhan industri, termasuk meningkatkan daya saingnya.

Tiga pejabat eselon I tersebut adalah Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan yang sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan Fasilitas Industri Wilayah I.

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Achmad Sigit Dwiwahjono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan Fasilitas Industri Wilayah III.

Sedangkan yang ketiga adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Harus Munandar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri.

Saleh mengungkapkan, proses pengisian jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenperin dilaksanakan secara terbuka sesuai dengan amanat Undang Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Pengisian jabatan ini melalui sistem seleksi terbuka guna menerapkan prinsip merit sistem yang sesuai dengan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar di lingkungan Kemenperin," ujar Saleh, usai melantik tiga pejabat, ditemui di kantornya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

Selain melantiik tiga pejabat tersebut, Saleh juga mengumumkan enam perubahan nomenklatur unit eselon I di Direktorat Jenderal (Ditjen) dan Badan dan Staf Ahli dalam susunan organisasi. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Kementerian Perindustrian yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Maret lalu.

Perubahan nama-nama tersebut adalah Ditjen Basis Industri Manufaktur (BIM) yang diubah menjadi Ditjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka; Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) yang diubah menjadi Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika; Ditjen Kerjasama Industri Internasional (KII) diubah menjadi Ditjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional.

Selain itu, Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri (BPKIMI) diubah menjadi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri; Staf Ahli Bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri diubah menjadi Staf Ahli Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri; Staf Ahli Bidang Sumber Daya Industri dan Teknologi diubah menjadi Staf Ahli Bidang Sumber Daya Industri.

Sedangkan yang tidak mengalami perubahan nama adalah Sekretariat Jenderal; Inspektorat Jenderal; Ditjen Industri Agro; Ditjen Industri Kecil dan Menengah; Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri; serta Staf Ahli Bidang Penguatan Struktur Industri.

"Saya harapkan kinerja Kemenperin sebagai pembina industri nasional terus meningkat, sehingga tujuan pembangunan industri nasional tahun 2015-2019, yaitu terbangunnya industri yang tangguh dan berdaya saing dapat tercapai," pungkas Saleh


(ABD)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

14 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA