Bela Cicih, BNP2TKI Siapkan Saksi Kunci

Arga sumantri    •    Rabu, 06 May 2015 22:56 WIB
tki ilegal
Bela Cicih, BNP2TKI Siapkan Saksi Kunci
Cicih binti Aing

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yakin bisa membebaskan Cicih binti Aing dari ancaman hukuman mati di Abu Dhabi. Sebab, masih ada saksi yang belum dihadirkan di pengadilan. Saksi itu diyakini bisa menepis tuduhan terhadap Cicih yang diduga membunuh dengan sengaja anak majikannya.

"Dokter yang visum korban belum bisa didatangkan di pengadilan, kalau sudah dihadirkan, mungkin hasilnya akan lain, pasti akan lebih meringankan Cicih," kata Ketua BNP2TKI Nusron Wahid, di kantornya, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

Kata Nusron, dokter yang melakukan visum terhadap korban sudah bersedia memberikan keterangan. "Masalahnya pengadilan belum ijinkan adanya bukti baru, harusnya diperbolehkan," tambah Nusron.

Pihaknya bakal membawa saksi itu pada tingkat kasasi untuk meyakinkan hakim bahwa Cicih tidak dengan sengaja membunuh anak majikannya yang baru berusia tiga bulan itu.

"Kita sedang yakinkan hakim di pengadilan atau nanti ditingkat kasasi, bahwa ada bukti baru yang bisa pastikan bayi itu dibunuh atau tidak," ujar Nusron.

Cicih Binti Aing adalah TKI yang sedang terancam hukuman pancung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. TKI asal desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat itu dituduh dengan sengaja membunuh anak majikannya yang masih berusia tiga bulan.

Pengadilan tingkat pertama Abu Dhabi, sudah memvonis hukuman pancung terhadap Cicih. Sebab, keluarga korban enggan memberikan maaf. Cicih kepada keluarga mengaku tidak pernah merasa membunuh dengan sengaja anak majikannya itu.

Kejadian berawal saat Cicih mendengar bayi anak majikannya menangis. Karena pengasuhnya, tenaga kerja asal Filipina sedang keluar, Cicih coba menggendong bayi itu agar berhenti menangis, tapi bayi itu lalu tidak sengaja jatuh dari gendongan Cicih. Bayi itu pun meninggal di rumah sakit.


(ALB)