Kemenlu: Keterangan Cicih Inkonsisten

Ilham wibowo    •    Kamis, 07 May 2015 08:56 WIB
Kemenlu: Keterangan Cicih Inkonsisten
Bedah, Ibu dari Cicih, tenaga kerja wanita yang terancam hukuman mati di Uni Emirat Arab memperlihatkan foto anaknya usai memberikan keterangan di Kantor BNP2TKI Jakarta, Rabu (6/5). (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mengaku sulit untuk membebaskan Cicih binti Aing, warga Karawang, Jawa Barat, dari hukuman mati. Selama persidangan Cicih menyampaikan keterangan yang berbelit, dari awal pemeriksaan hingga saat kasusnya menjelang proses kasasi 19 Mei mendatang.

"Masalahnya Cicih itu inkonsisten keterangannya. Dulu pengadilan awal, tahun 2013, dia mengatakan membunuh bayi dengan membenturkan kepalanya," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal saat ditemui Metrotvnews.com ketika menyambut kedatangan WNI dari Nepal di Lanud Halim, Jakarta Timur, Rabu (6/4/2015) malam.

Iqbal mengatakan konstruksi hukum Cicih adalah seorang pembantu yang cemburu karena seorang baby sitter asal Filipina lebih disayang majikannya. Kemudian Cicih mengaku telah membunuh bayi majikannya dengan cara membenturkan kepala bayi itu. Namun, belakangan dia bilang bahwa dia tidak sengaja menjatuhkan bayi itu.

"Mungkin konstruksinya sengaja untuk menjatuhkan nama si Filipina ini dia membunuh si bayi itu, ternyata keburu ketahuan. Dulu ia mengakui berkali-kali saat ditanya, bahwa dia membenturkan si bayi itu. Tapi belakangan dia bilang tidak sengaja menjatuhkan," tutur Iqbal.

Iqbal menuturkan, pihaknya sejak awal telah memberi pengacara untuk membantu proses hukum Cicih agar bisa lolos dari hukuman mati. Namun menurut hasil visum, si bayi meninggal akibat sengaja dibenturkan.

"Sejak hari terjadi sudah kita kasih pengacara tapi sekarang sudah mahkamah kasasi, sudah kasasi, tanggal 19 akan disidangkan. Kalau menurut keterangan visum itu bukan jatuh, tapi sengaja dibenturkan," pungkas Iqbal.
(ALB)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

14 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA