IDC: BYOD, Tantangan Terbesar Perusaahan Indonesia

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 07 May 2015 11:03 WIB
security
IDC: BYOD, Tantangan Terbesar Perusaahan Indonesia
Bring Your Own Device. foto: threatpost.com

Metrotvnews.com: Menurut IDC, Bring Your Own Device atau yang biasa kita kenal dengan istilah BYOD membawa para pekerja yang tadinya menjalankan berbagai aktivitas terkait bisnis di kantornya saja, ke dalam era yang sangat mobile. Namun, tren BYOD justru menjadi tantangan untuk Indonesia karena banyak faktor dan kultur bisnis di Tanah Air yang tidak sama.

"Indonesia merupakan negara terpintar di Asia Pasifik yang penduduknya gemar mengakses jaringan tanpa izin suatu perusahaan," ungkap Associate Research Director and Head of Operations IDC Indonesia, Sudev Bangah kepada Metrotvnews.com, Kamis (7/5/2015).

Menurutnya, keamanan menjadi isu yang paling krusial dalam tren BYOD karena setiap karyawan bebas menggunakan perangkat apa pun tanpa sadar jika aktivitasnya dipantau oknum yang tidak bertanggung jawab.

Isu keamanan dalam tren BYOD berkaitan erat dengan fokus perusahaan dalam memberikan perhatian terhadap tren itu.

“Kenyataannya, BYOD msh menjadi sebuah kerjaan sampingan divisi IT satu korporat. Akibatnya BYOD bukan prioritas utama, ditambah divisi setiap perusahaan yang masih jalan sendiri-sendiri, berdampak risiko keamanan yang semakin tinggi," katanya.

Berdasarkan hasil pantauan IDC, Indonesia masih berada dalam tahap opportunistic, yaitu menerapkan BYOD dalam pekerjaan, tetapi tidak mendapat pengawasan langsung dari tempat ia bekerja. Di sisi lain, bekerja dengan perangkat milik pribadi belum tentu sejalan dengan kebijakan perusahaan, terutama berkaitan dengan sistem keamanan.

Oleh karena itu, sebuah perusahaan diharapkan bisa menerapkan sebuah standar terhadap konsep BYOD yang ada. Dengan begitu, setiap perangkat yang digunakan untuk mengakses data penting perusahaan bisa diawasi dengan seksama, dan secara langsung mengubah konsep dari BYOD menjadi CYOB (Choose Your Own Device).
 


(ABE)