Kuartal I, Indovision Masih Rugi Rp130 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 07 May 2015 09:36 WIB
mnc group
Kuartal I, Indovision Masih Rugi Rp130 Miliar
Ilustrasi -- FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) yang memegang merek Indovision mengalami rugi bersih sebesar Rp130,02 miliar di kuartal I-2015, dibandingkan posisi laba bersih kuartal I-2014 sebesar Rp135,76 miliar.

Demikian seperti dikutip dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/5/2015). Meski rugi, pendapatan Indovision tetap naik jadi Rp826,52 milar per Maret 2015, dari posisi pendapatan sebesar Rp775,15 miliar di kuartal I-2014.

Rugi kurs yang diderita perseroan tercatat sebesar Rp163,25 miliar di kuartal I-2015, dari posisi laba kurs sebesar Rp148,09 miliar di kuartal I-2014. Sehingga membuat rugi sebelum pajak yang diderita mencapai Rp173,53 miliar per Maret 2015, dari posisi laba sebelum pajak sebesar Rp171,40 miliar di akhir Maret 2014.

Sementara laba kotor menjadi Rp88,74 miliar di kuartal I-2015, atau turun dari laba kotor sebesar Rp99,58 miliar di kuartal I-2014. Beban pokok perseroan menjadi Rp737,78 miliar di kuartal I-2015, atau naik dari posisi beban pokok Rp675,56 miliar di kuartal I-2014. Adapun posisi aset Indovision menjadi Rp6 triliun di kuartal I-2015, atau naik tipis dari posisi aset sebesar Rp5,87 triliun di akhir 2014.

Sekadar informasi, Indovision merupakan perusahaan yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo di mana pada 1998 Indovision menjadi yang pertama dan satu-satunya TV berlangganan yang menyiarkan program dengan frekuensi S-Band.

Mengutip laman perseroan, PT MNC Sky Vision Tbk adalah perusahaan pemegang lisensi pendistribusian tayangan televisi berlangganan melalui satelit pertama di Indonesia yang berada di bawah naungan MNC Media yang merupakan grup media terintegrasi terbesar di Indonesia.

Pada 1998, MNC Sky Vision mempelopori siaran digital melalui satelit Indostar I dengan menghadirkan Indovision sebagai produk TV berlangganannya. Untuk memperluas penetrasi pasar televisi berlangganan di kelas menengah, pada 2007, MNC Sky Vision meluncurkan produk dengan harga lebih terjangkau yaitu TopTV.

Perseroan melakukan distribusi tayangan menggunakan satelit Indostar II dengan frekuensi S-Band dengan jumlah pelanggan lebih dari 2,3 juta. Saat ini MNC Sky Vision menempatkan diri sebagai pemimpin pasar televisi berlangganan di Indonesia dengan market share 74 persen.


(AHL)