Tolak Bayar Rp 1,5 Juta, Anak Murid Dianggap Pengemis

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 07 May 2015 13:57 WIB
sekolah
Tolak Bayar Rp 1,5 Juta, Anak Murid Dianggap Pengemis
Guru SMPN 8 Depok. (Foto: dokumen SMPN 8)

Metrotvnews.com, Depok: Orang tua murid SMP Negeri 8 Depok mendapat cibiran dari pihak sekolah. Sebab, mereka tidak mampu membayar uang sumbangan perpisahan Rp 1,5 juta yang diminta sekolah. Selain itu anak didik terus menerus mendapatkan tekanan untuk segera melunasi.
 
Salah satu orang tua murid, Endang mengakui banyak orang tua murid yang mengeluh atas tagihan yang dilakukan sekolah. "Setiap ketemu gurunya ditagih di depan teman-temannya yang lain 'mana nih pelunasannya'," kata Endang di SMP N 8 Depok, Komplek PT Timah, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/5/2015).
 
Bahkan, pihak sekolah sereing menyindir-nyindir anak didiknya dengan kata-kata yang tidak pantas. "Ada juga yang ditagih bilangnya 'kalian kaya pengemis saja, maunya digratisin mulu'," ujar dia.
 
Endang mengatakan, orang tua murid keberatan dengan pungutan itu karena tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak sekolah dan tingkat perekonomian setiap orang tua murid berbeda-beda. "Tidak tahu menahu tiba-tiba angkanya sudah ditetapkan (Rp 1,5 juta)," pungkas dia.
 
Sebelumnya, SMPN 8 Depok disebut melakukan pungutan Rp 1,5 juta untuk uang sumbangan siswa yang di antaranya untuk kegiatan perpisahan sekolah. Namun, para orangtua merasa keberatan dengan nilainya yang besar.
 
Selain itu, ada kejangalan dalam rincian anggaran kegiatan yang beredar di kalangan orang tua. Misalnya, anggaran untuk pembuatan album dan buku tahunan, mencapai Rp 115 juta.
 
Orang tua juga mengaku dibebankan biaya try out yang totalnya puluhan juta rupiah. Ada juga dana sebesar Rp 16 juta untuk pembayaran transport pegawai UN.
 


(FZN)