Kantongi Tersangka, Polri Telusuri Aliran Dana Kondesat di Kasus SKK Migas

Aedy azeza ulfi    •    Kamis, 07 May 2015 14:45 WIB
korupsi migas
Kantongi Tersangka, Polri Telusuri Aliran Dana Kondesat di Kasus SKK Migas
Brigjen Pol Viktor Simanjuntak----Metrotvnews.com/Aedy

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipid Eksus) Bareskrim sudah mengantongi tersangka dalam dugaan korupsi dan pencucian uang penjualan kondensat yang melibatkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan SKK Migas. Kini, Polri tengah menelusuri aliran dana dari kasus tersebut.

“Sudah ada tersangkanya sejak pekan lalu. Inisialnya DH,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dir Tipid Eksus) Bareskrim Polri Brigjen Victor Edi Simanjuntak di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2015).

Menurut Viktor, penyidik kini tengah menelusuri aliran dana dari kasus yang diduga merugikan keuangan negara sekitar USD156 juta atau sekitar Rp2 triliun.

Victor menduga, duit dari penjualan kondensat itu mengalir ke sejumlah pihak dalam pecahan rupiah dan dolar AS. Meski begitu, Viktor masih enggan membuka siapa saja yang diduga menerima aliran dana tersebut. Dia memastikan, penyidik bakal hati-hati menelisik aliran duit tersebut.

"Pasti sangat banyak pihak. Ini membutuhkan ketelitian untuk merekap (data keluar masuk rekening). Kalau sudah terekap dengan baik nanti kita bicarakan," kata dia.

Kasus bermula di 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003.

Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' SKK Migas ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang sudah berproses penyidikan ini.


(TII)