Jangan Sampai Golkar Dikutuk

Dheri Agriesta    •    Kamis, 07 May 2015 14:51 WIB
golkarpilkada serentak
Jangan Sampai Golkar Dikutuk
Ical dan Jusuf Kalla (kiri) saat sarasehan dan buka puasa bersama di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin 30 Juli 2012. Antara Foto/Puspa

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan video conference dengan jajaran pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ketua DPRD Sulawesi Selatan yang juga kader Partai Golkar Mohammad Roem menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan keluh kesah soal kisruh Golkar.

Roem mengaku banyak kader partai berlambang pohon beringin di daerahnya gelisah dengan internal partai yang tak kunjung berdamai. Kegelisahan juga menghampiri kader yang hendak bertarung di pilkada serentak Desember nanti. Dia meminta JK turun tangan menuntaskan masalah ini.

"Teman sesama kader dan yang ikut pilkada gelisah kondisi Golkar saat ini. Perlu suatu terobosan dari Pak Wapres pada Golkar. Kalau tidak akan dikutuk, sampai Golkar tak ikut pilkada," kata Roem saat video conference dengan JK, Kamis (7/5/2015).

JK sependapat dengan Roem. Wajar jika banyak kader yang gelisah dengan kondisi partai saat ini. Namun, saat ini kubu Aburizal Bakrie (Ical) sedang menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Kubu Ical menguji keabsahan Surat Keputusan Menkumham yang mengakui pengurus versi Agung Laksono.



Pengurus versi Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa 3 Maret 2015. Antara Foto/Andika Wahyu


JK berharap permasalahan ini dapat selesai dalam waktu dekat. Mantan Ketua Umum Golkar itu juga memberikan solusi agar partai berlambang beringin tetap bisa bertarung di pilkada serentak.

"Mudah-mudahan bulan ini selesai. Dipastikan yang kalah ke MA. Saya usulkan pencalonan pilkada jalan, dana kalau perlu di tanda tangan berdua, biar sah," tandas pria asal Makassar ini.

Kisruh Partai Golkar sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Penyebab awal, banyak kader Golkar yang tidak sepakat Ical kembali memegang kendali Golkar. Muncul dua musyawarah nasional Golkar. Ical menggelar munas di Bali, sementara Agung dan pendukungnya menggelar munas di Jakarta.



Ical, MS Hidayat, dan Akbar Tandjung saat Munas Golkar di Bali, Selasa 2 Desember 2014. Foto: MI/Panca Syurkani


Pertemuan juru runding dan sidang Mahkamah Partai tidak menyelesaikan konflik. Kubu Ical membawa masalah ini ke pengadilan karena menilai SK Menkumham yang mengakui kepengurusan Agung tidak sah. Pasalnya, hanya dua hakim yang mengakui kepengurusan Agung, dua lainnya tidak.


(TRK)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

4 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA