Wakil Ketua Komisi VIII: Menteri PPA Harus Dievaluasi

Surya Perkasa    •    Kamis, 07 May 2015 15:23 WIB
reshuffle kabinet
Wakil Ketua Komisi VIII: Menteri PPA Harus Dievaluasi
Menteri PPA Yohana Susana Yembise. Foto: Rommy Pujianto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan Komisi VIII DPR mengomentari isu reshuffle Kabinet Kerja. Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menjadi salah satu menteri yang harus dievaluasi.  

Sodik menilai Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sejauh ini memiliki kinerja yang memuaskan. Hal ini tampak dari berjalannya program yang dicanangkan

Lampu kuning justru ditujukan untuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Presiden diharapkan mengevaluasi Menteri Yohanna.

"Saya kira Menteri PPA Yohana Yembise perlu mendapat perhatian dari Presiden karena visi politik kinerja dan konsepnya kurang," kata politikus Partai Gerindra ini ketika dihubungi media, Kamis (7/5/2015).

Yohana dinilai tidak memiliki program yang cerdas dan dinamis. Kebijakan yang dikeluarkan Yohana kebanyakan hanya meneruskan program rutin yang dibuat pemerintahan sebelumnya.

Menurut Sodik, program Menteri PPA harusnya dinamis dan mengikuti perkembangan di lapangan. Sebab permasalahan yang ditangani oleh Kementerian PPA sangat luas dan terus berkembang.

"Dia tidak melihat peluang itu. Visi misi kurang konsep," tegas dia.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengisyaratkan pemerintah hendak merombak susunan menteri di Kabinet Kerja. Menurutnya, ada ketidaksesuaian penempatan beberapa figur menteri di Kabinet Kerja.

"Ya, karena banyak perlu peningkatan kinerja, tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya," katanya, Senin 4 Mei di Kantor Wakil Presiden.

Ketika ditanya soal kepastian waktu dan bidang kementeriannya, ia enggan menjawab secara rinci. Perombakan itu, lanjutnya, segera dilaksanakan saat telah dipandang perlu.

"Ya, tentu dalam waktu ke depan ini lah," kilahnya.


(KRI)

Warga tak Nyaman Banyak Tim Pemantau di TPS

Warga tak Nyaman Banyak Tim Pemantau di TPS

29 minutes Ago

Indikasi itu diperkuat beredarnya undangan Tamasya Al-Maidah yang meminta warga luar Jakarta ik…

BERITA LAINNYA