Dugaan Pemerasan Oknum Polisi di Bandung Diselidiki

Iwan Gumilar    •    Kamis, 07 May 2015 15:45 WIB
narkoba
Dugaan Pemerasan Oknum Polisi di Bandung Diselidiki
Ilustrasi narkoba.-- MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Bandung: Teka-teki kasus pemerasan oknum anggota Polri berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP) mulai terkuak. Informasi dari salah seorang anggota Direktorat Reserse Narkoba, Polda Jabar, yang namanya minta dirahasiakan, oknum melakukan pemerasan pada 27 Februari 2015.

"Sekitar pukul 01.00 WIB di sebuah tempat karaoke yang terdapat di kawasan Banceuy, Kota Bandung," kata sumber itu, kepada Metro TV, di Bandung, Kamis (7/5/2015).

Ia menuturkan kejadian bermula saat Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Bareskrim Polri, melakukan penangkapan terhadap pelaku pemilik narkoba bernama Jodi. Jodi yang juga pemilik tempat karaoke eksklusif tersebut, tertangkap bersama Hesti (karyawannya).

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita 70 butir ektasi, 20 gram sabu-sabu, dan beberapa gram pil happy five. Pada saat penangkapan, tersangka Jodi mencoba membujuk penyidik agar tidak memproses dengan iming-iming si tersangka akan memberikan uang sebesar Rp5 miliar.

Saat itu, tersangka hanya bisa memenuhi pemberian uang sebesar Rp3 miliar dalam bentuk dollar Amerika dan emas batangan seberat 4 kilogram.

Alih-alih melunasi sisa uang yang sebelumnya sudah disepakati, Jodi justru mengadukan oknum anggota Polri tersebut ke Propam Mabes Polri. Ia melaporkan dengan sangkaan penyidik melakukan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan. Walhasil, Tim Paminal Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap oknum AKBP tersebut.

Saat ini perkara yang menjerat Jodi sedang dalam proses sidik di Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri. Untuk dugaan penyalahgunaan wewenang atau dugaan pemerasan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri yang mengambil alih.

Apabila ditemukan bukti yang cukup, tersangka Jodi yang melakukan suap akan diproses oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Adapun nama oknum penyidik yang diduga melakukan pemerasan antara lain PN, SR, AH, GR, dan K.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso menegaskan pihaknya tidak segan-segan untuk menindak anggota polisi berinisial PN yang terlibat dalam dugaan pemerasan.

"Kami konsisten dan konsekuen dalam penanganan masalah ini. Kalau ada anggota saya yang melakukan pelanggaran, kami tindak. Kan kita mau polisi bersih," kata Budi Waseso di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Saat ini, menurut Budi Waseso, PN sedang diperiksa oleh Divpropam Mabes Polri. "Sekarang diperiksa di Propam. Untuk pidananya saya akan tangani, bisa saja ancamannya pecat," katanya.
 


(UWA)