Pemerintah Indonesia Minta Dokter Ahli Dihadirkan saat Persidangan Cicih

LB Ciputri Hutabarat    •    Kamis, 07 May 2015 15:48 WIB
tki ilegal
Pemerintah Indonesia Minta Dokter Ahli Dihadirkan saat Persidangan Cicih
Bedah, Ibu dari Cicih, tenaga kerja wanita yang terancam hukuman mati di Uni Emirat Arab--Antara--WAHYU PUTRO A

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia tengah menyusun strategi untuk meloloskan TKI Cicih binti Aing dari hukuman pancung. Saat ini pemerintah meminta pengadilan untuk menghadirkan dokter ahli.

"Kita sudah siapkan strategi untuk menghadapi sidang tanggal 19 Mei nanti. Termasuk meminta kepada pengadilan untuk menghadirkan dokter ahli yang memeriksa bayi tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal di area Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015)

Iqbal menuturkan, dokter ahli ini nantinya akan menjadi saksi kunci yang akan mengungkap hasil pemeriksaan terhadap kondisi bayi tersebut. Sebab, sebelumnya pengakuan Cicih pun berubah-ubah.


Keluarga Cicih binti Aing di Kantor BNP2TKI. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Pada awalnya Cicih mengakui membentur-benturkan bayi majikannya itu. Namun belakangan, pengakuannya itu berubah menjadi tidak sengaja menjatuhkan bayi itu.

"Nantinya hasil pemeriksaan itu juga akan menjelaskan apakah bayi itu hanya dibenturkan atau dibentur-benturkan. Kalau nanti hasilnya ada benturan sekali berarti alibinya kuat, minimal tak sengaja," jelas Iqbal.

Kemudian, Iqbal juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berikan perlindungan kepada Cicih. Ia juga mengaku sudah menjalin komunikasi dengan keluarga Cicih.

"Semua proses yang harus kita lakukan sudah kita lakukan kepada Cicih termasuk memberikan pengacara. Dan mudah-mudahan hasil pengadilan tanggal 19 nanti sesuai dengan harapan kita," tutup Iqbal.

Cicih adalah TKI asal Karawang, Jawa Barat. Dia adalah satu dari empat TKI Indonesia di Abu Dhabi yang terancam hukuman mati di Abu Dhabi. Namun, tiga TKI lainnya sudah bebas dari ancaman hukuman mati.

Cicih terancam dihukum mati, lantaran dituduh membunuh anak majikannya. Padahal dari kronologi yang diceritakan Cicih kepada adiknya Nuryati, 24, anak majikannya terjatuh saat digendong.

Penjelasan Nuryati, ada dua pembantu rumah tangga di rumah majikan kakaknya di Abu Dhabi. Cicih bertugas mengurus rumah dan memasak. Satu pembantu lainnya asal Filipina bertugas menjaga bayi, anak majikan Cicih yang tewas.

"Saat Cicih sedang masak, dia lihat bayi itu nangis. Pembantu dari Filipina lagi keluar. Cicih enggak tega, terus masuk dan gendong bayi itu. Karena Cicih tidak terbiasa menggendong, bayi itu terjatuh," kata Nuryati, Rabu (6/5/2015).


(YDH)