Proses Peradilan Cicih Sempat Diulang

LB Ciputri Hutabarat    •    Kamis, 07 May 2015 16:11 WIB
tki ilegal
Proses Peradilan Cicih Sempat Diulang
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal--Metrotvnews.com/LB Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses peradilan Cicih binti Aing, tenaga kerja Indonesia (TKI) di Abu Dhabi, sempat diulang. Hal tersebut lantaran peradilan dianggap cacat proses hukum.

"Pengacara yang sudah kita tunjuk menyampaikan appeal dan berhasil sehingga pada Juni 2013 itu keputusan pengadian tingakat pertama dianulir. Kemudian pengadilan diulang lagi dari awal. Karena kita menganggap ada cacat proses," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, di area Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015)

Pengadilan Cicih sebelumnya dianggap cacat hukum karena ada ketentuan hak Cicih ternyata tak terpenuhi, yakni kehadiran saksi ahli. "Bulan Juni dalam pengadilan banding kita sampaikan keberatan kita karena saksi yang di dibutuhkan tak hadir, yaitu dokter ahli yang memeriksa bayi setelah peristiwa tersebut," jelas Iqbal.

Kemudian, lanjut Iqbal, peradilan Cicih pun diulang dengan majelis hakim seluruhnya diganti. Namun Desember 2014 Cicih kembali mendapatkan vonis hukuman mati. Untuk itu, pemerintah Indonesia kembali memperjuangkan kasus Cicih untuk peradilan selanjutnya.

"Sekarang kita lagi menunggu pengadilan tanggal 19 Mei ini. Pengadilannya tingkat kasasi dan kita juga sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi persidangan ini," tutupnya.

Cicih binti Aing adalah TKI asal Karawang, Jawa Barat. Dia satu dari empat TKI di Abu Dhabi yang terancam hukuman mati. Sedangkan tiga TKI lainnya sudah bebas dari ancaman hukuman mati.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan memberikan pembelaan terhadap Cicih agar lepas dari hukuman mati. Pemerintah sudah membayar pengacara handal di sana untuk mendampingi proses hukum Cicih.

Pengacara ini nantinya akan mendampingi Cicih menjalani proses hukum yang sudah masuk tingkat banding. Sebab dalam putusan pengadilan tingkat pertama Cicih sudah divonis hukuman pancung.


(YDH)