Kepsek SMPN 8 Depok Terancam Dipecat

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 07 May 2015 16:16 WIB
sekolah
Kepsek SMPN 8 Depok Terancam Dipecat
Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Hendra Nurtjahjo. (Foto: Achmad Zulfikar Fazli)

Metrotvnews.com, Depok: Ombudsman akan menindak lanjuti temuan maladministrasi yang terjadi di SMP Negeri 8 Depok terkait pungutan Rp 1,5 juta untuk perpisahan sekolah. Sebab, pungutan dilakukan tanpa ada transparansi kepada orang tua murid. Jika terbukti bersalah, kepala sekolah terancam dipecat dari jabatannya.
 
Anggota Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Hendra Nurtjahjo mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui tingkat pelanggaran yang dilakukan sekolah dalam memberikan pelayanan publik.
 
"Karena ada maladministrasi, itu harus diperbaiki. Untuk menentukan tindakan apa yang akan kami rekomendasi, kami akan lakukan penyelidikan mendalam. Kami akan lihat gradasi fatal tidaknya tindakan ini," kata Hendra di SMPN 8 Depok, Kompleks PT Timah, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/5/2015).
 
Jika terbukti adanya kesalahan Kepala Sekolah, Hendra menegaskan, tidak ada sanksi pidana. Namun, hanya diberikan sanksi administrasi berupa pemecatan bagi Kepala Sekolah. "Tidak ada pidana tapi administrasi. Paling berat bisa diberhentikan dari jabatan kepala sekolah," ujar dia.
 
Menurut Hendra, kasus seperti ini kerap terjadi di daerah. Biasanya dilakukan komite sekolah dan kepala sekolah untuk kepentingan pribadi.
 
"Rata-rata ini permainan Komite dengan melibatkan kepala sekolah, karena komite sekolah seakan-akan bisa mengendalikan orang tua murid. Tapi di sini (SMAN 8) tidak berhasil. Terlihat banyak orang tua yang keberatan," katanya.
 
Sebelumnya, SMPN 8 Depok disebut melakukan pungutan Rp 1,5 juta untuk uang sumbangan siswa yang di antaranya untuk kegiatan perpisahan sekolah. Namun, para orangtua merasa keberatan dengan nilainya yang besar.
 
Selain itu, ada kejangalan dalam rincian anggaran kegiatan yang beredar di kalangan orang tua. Misalnya, anggaran untuk pembuatan album dan buku tahunan, mencapai Rp 115 juta.
 
Orang tua juga mengaku dibebankan biaya try out yang totalnya puluhan juta rupiah. Ada juga dana sebesar Rp 16 juta untuk pembayaran transport pegawai UN.


(FZN)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

13 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA