Bareskrim Cegah Tersangka TPPU SKK Migas

Aedy azeza ulfi    •    Kamis, 07 May 2015 16:26 WIB
korupsi migas
Bareskrim Cegah Tersangka TPPU SKK Migas
brigjen Pol Viktor Simanjuntak----Metrotvnews.com/Aedy

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengirimkan surat permohonan pencegahan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk DH. Surat dikirim sejak awal pekan.

"Tersangka sudah kami cegah supaya tidak melarikan diri. Sejak penetapan tersangka, dan SPDP keluar," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor Simanjuntak di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2015).

Sebelum pencegahan dan penetapan DH, penyidik sudah terlebih dahulu memeriksa yang bersangkutan saat proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan lantaran Polri menduga DH mengetahui ihwal dugaan penjualan kondensat yang melibatkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama dan SKK Migas.

"Sudah diperiksa. Sebelum yang bersangkutan tersangka sudah diperiksa,” tegas dia.

Dalam penanganan kasus, penyidik sudah menggeledah kantor PT TPPI dan kantor SKK Migas. Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting.

Kasus bermula di 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003.

Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' SKK Migas ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang sudah berproses penyidikan ini.


(TII)

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

12 hours Ago

Djarotberjanji akan memperbesar puskesmas dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga.

BERITA LAINNYA