Ini Upaya Pemerintah Bantu WNI yang ditangkap di Brunei

LB Ciputri Hutabarat    •    Kamis, 07 May 2015 16:43 WIB
wni
Ini Upaya Pemerintah Bantu WNI yang ditangkap di Brunei
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal. Foto: Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Rustawi Tomo, 63, warga Malang, ditangkap Kepolisian Brunei Darussalam, di Bandara Internasional Bandar Sri Begawan. Rustawi dicokok saat akan terbang ke Arab Saudi, 2 Mei kemarin.

Rustawi ditangkap karena diduga membawa benda mencurigakan. Saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah mengupayakan perlindungan dan bantuan hukum kepada Rustawi.

"Kita akan menyediakan penerjemah untuk WNI kita yang di sana. Karena dia kan sedang melaksanakan tahap wawancara awal. Jadi perlu penerjemah," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, di area Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015).

Selain itu, Kemenlu juga sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi Indonesia untuk melakukan penyelidikan di Brunei. Saat ditanyai hubungan Rustawi dengan jaringan teroris, Iqbal belum dapat menjelaskan lebih jauh.

"Kita sudah koordinasi dengan BIN, BNPT serta BNN. Soal teroris assesment kita belum sampai sana," lanjutnya

Meski demikian, Iqbal mengaku belum mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait jenis benda yang dibawa Rustawi. "Sampai sekarang belum dapat detail dari benda tersebut. Tapi sebutannya benda mencurigakan saja," ungkapnya.

Pada investigasi awal, terdapat tiga WNI yang ditangkap Kepolisian Brunei. Namun setelah dilakukan investigasi hanya Rustawi yang ditahan. Sementara dua orang lainnya dibebaskan untuk melanjutkan perjalanan umroh ke Jeddah.

Diduga, Rustawi membawa bahan yang mencurigakan. Beberapa media melansir bahwa barang yang dibawa Rustawi berjenis peluru. Sampai sekarang pihak Kepolisian Brunei sedang melakukan penyelidikan.


(KRI)