ISIS Ancam Bunuh Penyelenggara Kontes Kartun Nabi Muhammad

Willy Haryono    •    Kamis, 07 May 2015 17:01 WIB
isis
ISIS Ancam Bunuh Penyelenggara Kontes Kartun Nabi Muhammad
Curtis Culwell Center, tempat penyelenggaraan kontes kartun Nabi Muhammad di Garland, Texas, 3 Mei 2015 -- AFP / Ben Torres / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Metrotvnews.com, Washington: Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengancam membunuh blogger kontroversial Pamela Geller yang menyelenggarakan kontes menggambar kartun Nabi Muhammad pada akhir pekan kemarin. 

Ancaman tersebut, yang diunggah ke situs JustPasteIt, membidik Geller yang membantu merancang kontes kartun Nabi Muhammad di Garland, Texas, Amerika Serikat. Dua pria berusaha menyerang kontes tersebut, dan ditembak mati petugas keamanan.

ISIS mengklaim berada di balik serangan itu. Sejumlah pihak meyakini ISIS hanya menginspirasi serangan tersebut, namun tidak terlibat langsung. 

Dalam ancaman terhadap Geller disebutkan adanya "71 militan terlatih di 15 negara bagian AS yang siap menyerang." Disebutkan lima di antaranya adalah Virginia, Maryland, Illinois, Michigan dan Chicago.

"Serangan oleh ISIS di Amerika hanya awal dari usaha kami mendirikan wilayah di jantung kota musuh kami," tulis pesan itu, seperti dikutip nydailynews.com, Rabu (6/5/2015).

"Tujuan kami adalah khanzeer (babi) Pamella Geller. Kami akan menunjukkan kepadanya bahwa tidak peduli dimanapun dia bersembunyi; kami akan mengirim Singa-Singa kami untuk membantainya," sambung pesan itu. 

Miliuner AS Donald Trump mengecam panitia pelaksana kontes kartun Nabi Muhammad di Texas. Kecaman seperti ini tak pernah sebelumnya keluar dari mulut Trump.
 
Sosok pendukung Partai Republik itu selama dikenal sebagai orang yang menilai serangan di kantor Charlie Hebdo di Prancis, karena kurangnya senjata untuk bertahan. Charlie Hebdo adalah tabloid yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.
 
Awalnya Trump membahas pelaksanaan kontes itu seperti ciri khasnya, dengan memuji kerja polisi yang telah mengambil tindakan keras. Namun ucapannya berubah.
 
"Saya melihat Pam Geller (panitia kontes karikatur Nabi Muhammad) dan sepertinya dia membuat takut banyak pihak," ujar Trump.
 
"Untuk apa dia menggambar karikatur Muhammad? Ini sangat menjijikan. Apa tidak ada hal yang bisa dia lakukan? Menggambar Muhammad?" tanya Trump.


(WIL)