Staf Khusus SBY Terima Rp185 Juta dari Korupsi Waryono Karno

Renatha Swasty    •    Kamis, 07 May 2015 17:31 WIB
waryono karno
Staf Khusus SBY Terima Rp185 Juta dari Korupsi Waryono Karno
Waryono Karno mendengarkan pembacaan dakwaan---MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Daniel Sparingga, mantan staf khusus Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, kecipratan duit hasil korupsi mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Waryono Karno. Daniel menerima Rp185 juta dari Waryono.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Waryono Karno yang dibacakan Jaksa Fitroh Rochyanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2015).

Pemberian bermula saat Biro Hukum dan Humas Setjen ESDM mendapat alokasi anggaran untuk 16 kegiatan sosialisasi kebijakan ESDM sebesar Rp5,3 miliar pada Tahun Anggaran 2012. Saat itu, Waryono memerintahkan Kepala Biro Hukum dan Humas Susyanto untuk memecah anggaran menjadi 48 paket dengan nilai anggaran Rp100 juta per kegiatan. Tujuannya untuk menghindari lelang.

Sri Utami yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan oleh Waryono ternyata tak pernah melakukan penunjukkan langsung, tetapi memilih tiga LSM yakni Kosgoro, Lakso dan Road to Campus.

Tak sampai di situ, guna menutupi adanya penunjukkan langsung pada 48 paket kegiatan, Sri Utami mencari pinjaman perusahaan guna dijadikan sebagai rekanan yang seolah-olah melaksanakan kegiatan dengan imbalan dua sampai lima persen dari nilai kegiatan.

Hasilnya, Sri bisa menampung uang sebesar Rp2,9 miliar dari total anggaran Rp5,3 miliar. Sebanyak Rp1,4 miliar  dari hasil tampungan dibagikan ke sejumlah pihak.

"Diberikan kepada Daniel Sparingga sebesar Rp185 juta, diberikan kepada Paspampres melalui Sri Utami Rp25 juta, diberikan kepada ibu Silva pegawai di sekretariat negara untuk THR sebesar Rp60 juta," ungkap Jaksa Fitroh saat membacakan surat dakwaan, Kamis sore.

Tak hanya itu, duit yang dihasilkan dari menyunat APBN itu juga dialirkan ke LSM Hikmat Rp150 juta, PMII Rp70 juta, GP Anshor Rp50 juta, Aliansi BEM Jawa Barat Rp15 juta, LSM Laksi Rp25 juta, HMI Rp10 juta.

Selanjutnya, biaya makan malam Sekretariat Jenderal KESDM Rp35 juta, uang ketupat Lebaran yang diberikan melalui Sri Utami dan Vanda Rp247 juta, THR pimpinan Rp88,1 juta, diberikan buat Haris Darmawan Rp3 juta, THR Nuraini dan Jendra Rp5 juta, membeli paper bag acara buka bersama Rp1,5 juta.

Diberikan pada 83 wartawan sejumlah Rp53,9 juta, diberikan kepada Riky untuk biaya organ tunggal Rp7,5 juta, office boy Rp7,5 juta, diberikan kepada kepala biro 7 x Rp105 juta, operasional setjen Rp159 juta. Diberikan pada Ibnu Rp1,5 juta.

Digunakan untuk partisipasi Porseni Rp15 juta, digunakan untuk makan siang dengan BPK Rp13,7 juta, digunakan untuk biaya pairing mini tournament golf Rp120 juta, digunakan untuk entertaint auditor Itjend Rp20 juta, dan uang muka perjalanan Kapus ke Belanda Rp40 juta serta uang perpanjang STNK Rp5 juta.

Terkait perbuatannya, Waryono diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dalam dakwaan pertama.




(TII)