Evaluasi Harga BBM Disarankan Setiap 3 Bulan

Antara    •    Kamis, 07 May 2015 19:10 WIB
bbm
Evaluasi Harga BBM Disarankan Setiap 3 Bulan
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebaiknya dilakukan setiap tiga bulan untuk menghindari tekanan berkepanjangan terhadap daya beli masyarakat.

"Kita perlu atur timing dari penentuan harga BBM," kata Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Ekonomi Bambang Prijambodo, ditemui di Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Dia menuturkan jika metode evaluasi harga BBM per dua pekan terus dipertahankan, fluktuasi harga minyak dunia yang cenderung naik dalam sisa tahun ini, dapat menekan stabilitas harga barang dan jasa, yang kemudian melemahkan daya beli masyarakat.

Perilaku harga barang dan jasa selama triwulan I-2015 atau setelah pelepasan subsidi dari BBM, kata Bambang, harus menjadi perhatian pemerintah. Evaluasi harga BBM per dua pekan selama triwulan I-2015 juga telah mengakibatkan beberapa kali kenaikan harga BBM.

Padahal perilaku harga di pasar Indonesia, ujar dia, belum mapan seperti pasar di Malaysia atau negara lain. Hal yang membedakan, kata  dia, adalah perilaku harga di Indonesia lebih rigid dan kaku, sedangkan di negara lain yang sudah melepas subsidi BBM, perilaku harganya sudah mapan.

Akibatnya di Indonesia, lonjakan harga barang-barang dan jasa akibat kenaikan harga BBM, sulit mengalami penurunan kembali meskipun harga BBM sudah kembali turun. "Memang turun, tapi turunnya sedikit, tidak sebanding saat kenaikannya," kata dia.

Hal tersebut cukup memukul daya beli masyarkat, sehingga metode evaluasi harga BBM per dua pekan sekali sebaiknya dikaji ulang. Jika evaluasi harga BBM dilakukan per tiga bulan, maka fluktuasi harga barang dan jasa dapat diminimalisir.

"Jangan sampai APBN selamat (karena subsidi sudah dilepas dari BBM), tapi perekonomiannya jadi korban," ujar dia.

Bambang lebih lanjut menjelaskan perubahan harga BBM yang terlalu cepat juga akan sulit disambut pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan penyesuaian kebijakan. Selain itu, jika stabilitas daya beli masyarakat tertekan, dapat memukul konsumsi rumah tangga yang akhirnya menganggu pertumbuhan ekonomi.

Konsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, di luar andil ekspor, investasi pemerintah, dan komponen lainnya. Metode evaluasi harga BBM itu, dijelaskan Bambang, sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan pemerintah selama sisa 2015 untuk menjaga target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen.

Beberapa hal lainnya adalah antisipasi potensi tersedotnya arus modal karena kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, akselerasi penyerapan anggaran pemerintah, terutama anggaran infrastruktur, dan juga antisipasi kekurangan penerimaan pajak dari target, yang dapat memicu penarikan pembiayaan tambahan sehingga menimbulkan pelebaran defisit anggaran.


(AHL)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

32 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA