DPRD Jatim Duga Ada Mafia Pendidikan Terkait Bocornya Jawaban UN

Amaluddin    •    Kamis, 07 May 2015 19:14 WIB
ujian nasional smp
DPRD Jatim Duga Ada Mafia Pendidikan Terkait Bocornya Jawaban UN
37 lembar diduga kunci jawaban UN di Blitar, Jawa Timur. (Foto: Ant/Irfan Anshori)

Metrotvnews.com, Surabaya: Fenomena kebocoran soal Ujian Nasional (UN) terus berulang setiap tahun di tingkat SMA dan SMP. Komisi E DPRD Jatim menduga, ada bisnis hitam dibalik bocornya soal hingga kunci jawaban UN tersebut.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Muhammad Eksan menegarai, ada mafia UN. Pasalnya kebocoran itu ditemukan di tingkat nasional di Jakarta, dan berlanjut saat pelaksanaan UN tingkat SMP.

"Jujur kebocoran soal UN dinilai sudah menjadi isu lama. Namun saat ini bukan lagi isu karena setiap tahun selalu muncul kebocoran soal UN hingga kunci jawaban beredar adalah bukti nyata jika memang ada kebocoran," tegas politikus asal Partai Nasional Demokrat itu kepada wartawan, Kamis (7/5/2015).
 
Di sejumlah daerah di Jatim juga berseliweran kunci jawaban. Laporan itu telah tiba di Komisi E DPRD Jatim. Diantaranaya dari Jember, Lumajang, dan Surabaya.

"Sudah bukan rahasia umum, UN itu adalah proyek besar. Percetakan semua itu ada anggaran besar," cetus dia.

Politisi asal Jember ini melanjutkan, kalau setiap jenjang sekolah peserta UN rata-rata 1 juta siswa, maka menurut Eksan sudah bisa dihitung berapa besar anggaran hanya untuk mencetak soal dan kunci jawaban. Apalagi UN masih belum bergeser dari paradigma lama. Gengsi-gengsian dan reputasi sekolah ditentukan oleh UN padahal itu pemahaman yang keliru.
 
"Kebocoran soal dan kunci jawaban UN itu harus disudahi. Mafia pendidikan dan mafia UN harus dihentikan. Harusnya kisi-kisi soal harus disiapkan ke setiap sekolah. Ini salah satu solusi agar kebocoran soal tak ada," pinta mantan komisioner KPU Jember tersebut.

Senada, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im  juga menganggap ada mafia pendidikan demi mengeruk keuntungan saat UN. Dia prihatin, dan berharap ada evaluasi total dalam pelaksanaan UN.

"UN ini sebenarnya menjadi lahan para mafia pendidikan dalam mengeruk keuntungan, dari percetakannya saja bisa dilihat betapa besar keuntungan yang mereka dapatkan karena UN  dilakukan seluruh Indonesia," katanya.


(LDS)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

58 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA