Dicecar Tugas PPK, Alex Belum Bongkar Keterlibatan DPRD

Githa Farahdina    •    Kamis, 07 May 2015 20:27 WIB
korupsi ups
Dicecar Tugas PPK, Alex Belum Bongkar Keterlibatan DPRD
Alex Usman saat ditangkap penyidik Bareskrim----Ant/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Alex Usman selesai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat penyimpan daya listrik atau uninterruptible power supply (UPS) dalam APBD Perubahan DKI 2014 itu dicecar penyidik soal perannya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.

"Pertanyaannya banyak. Seputar peran Pak Alex sebagai PPK," kata pengacara Alex, Eri Rossatria, usai mendampingin Alex di  gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2015).

Alex diperiksa selama enam jam. Diadiperiksa dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 18.55 WIB. Selama pemeriksaan, Alex dicecar 20 pertanyaan.

Disinggung apakah Alex ditanyai soal dugaan keterlibatan DPRD DKI dalam proyek tersebut, Eri menampik. Dia bilang, pemeriksaan masih seputar tugas PPK.

“Kalau masalah DPRD, sekarang belum ada pertanyaan," jelas dia.

Ini merupakan pemeriksaan pertama Alex sebagai tersangka. Alex sempat akan diperiksa, namun batal karena penyidik sedang rapat.

Alex dijemput paksa penyidik Bareskrim di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Barat, 30 April setelah tiga kali mangkir. Alex berdalih sedang sakit.

Alex Usman berperan sebagai PPK dari Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta. Alex ditahan 20 hari terhitung sejak 30 April lalu.

Bareskrim Polri juga telah memanggil dan memeriksa dua anggota DPRD DKI Abraham Lunggana dan Fahmi Zulfikar sebagai saksi. Lulung menjabat sebagai koordinator Komisi E yang membidangi pendidikan pada 2014. Sedangkan Fahmi menjabat sebagai Sekretaris Komisi E.


(TII)

Anies Puas dengan Strategi Kampanye

Anies Puas dengan Strategi Kampanye

18 minutes Ago

Anies mengatakan, dirinya dan Sandi tidak akan merubah strategi berkampanye. 

BERITA LAINNYA