Rusak Parah, KBRI di Yaman Dipindahkan ke Salalah

LB Ciputri Hutabarat    •    Kamis, 07 May 2015 21:01 WIB
konflik yaman
Rusak Parah, KBRI di Yaman Dipindahkan ke Salalah
KBRI di Sanaa Yaman yang terkena bom, 20 April lalu. Foto: Aji Surya/Kemenlu/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman dipindahkan dari Sanaa  ke Kota Salalah. Di Salalah KBRI akan beroperasi normal melayani publik. KBRI Sanaa mengalami kerusakan parah setelah terkena bom akibat konflik Yaman, 20 April lalu.

"Saat ini KBRI Sanaa masih dioperasikan dari luar Sanaa. Sekarang ada di kota perbatasan Oman, yakni Salalah. Salalah juga merupakan pintu keluar masuk Yaman di daerah perbatasan," kata Duta Besar Indonesia untuk Yaman, Wajid Fauzi di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015)

Wajid menjelaskan, KBRI sebenarnya bukan target pemboman. Namun, karena dekat dengan objek sasaran penyerangan, KBRI terkena imbasnya.

"Peristiwa 20 April sampai saat ini kita sesalkan karena serangan koalisi sesungguhnya tak menjadikan Indonesia target. Tampaknya kita terkena akibat, sehingga kondisi kantor sekarang 80-90 persen rusak," papar mantan Duta Besar Indonesia untuk Jerman itu.

Akibat peristiwa itu pula hanya beberapa aset KBRI yang bisa diselamatkan. Karena parahnya kerusakan, Indonesia berencana mencari gedung baru untuk mengoperasikan kantor KBRI.

"Kita kemungkinan akan mencari gedung lagi. Karena sekarang masih dalam status sewa. Tapi furniture punya Indonesia. Sebelumnya kita melakukan peyelamatan barang milik negara yang masih bisa diselamatkan. Kita pindahkan dari wisma dubes," ucapnya.

Dari catatan KBRI Sanaa, sampai sekarang belum ada WNI yang menjadi korban tewas. Sementara itu pula sebanyak 2.059 telah berhasil dievakuasi keluar dari Yaman hingga hari ini.


(KRI)