Ini Koreksi Keras Pengamat Unpad untuk Ridwan Kamil

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 08 May 2015 01:41 WIB
Ini Koreksi Keras Pengamat Unpad untuk Ridwan Kamil
Walikota Bandung Ridwan Kamil (tengah). (Foto: MI/Rommy P)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sosok Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Perbincangan itu mayoritas berisikan pesona dan prestasi pria yang akrab disapa Emil, terutama setelah berhasil menjadi tuan rumah yang baik dalam peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-60.

"Melihat Kang Emil, dua tahun terakhir punya potensi besar. Tapi ada kekurangan. Pembangunan di Cibiru (kawasan Bandung Timur) tidak sentuh. (Pembangunan) hanya di kawasan Dago dan tempat yang biasa dikunjungi warga turis saja," kata Pengamat Politik dari Unpad, Muradi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015).

Muradi menilai, sejak dilantik sebagai orang nomor satu di Bandung, Emil hanya sebatas mengedepankan gimik.

"Hanya satu bulan rapih. Setelah itu, hampir sama persis seperti yang dulu. Semerawut dan macet," ujar dia.

Bahkan, hal yang sederhana dijanjikan Emil untuk memastikan para sopir angkot untuk menggunakan seragam dan memberhentikan angkot di tempat yang ditentukan, tak kunjung terealisasi hingga sekarang. Selain itu, penataan birokrasi yang dijanjikan Emil melalui pelelangan jabatan, dinilai tidak transparan.

"Lelang jabatan, sampai hari ini tidak terbuka. Ternyata setelah dicek, panitianya sekitar dia (Emil) saja," ungkap dia.

Muradi juga menyesalkan kebijakan Emil yang tetap mengangkat mantan tersangka KPK untuk menjadi salah satu pejabat di Kota Bandung.

Selain itu, dia menyoroti pembangunan taman tematik yang mulai bermunculan sejak era Emil. Namun, di sekitar taman yang indah itu, tak disediakan kamar kecil bagi para pengunjung. "Setiap taman, hampir semua belum ada WC-nya," ungkap dia.

Selain itu, dia mencontohkan masih banyak jalan yang berlubang di kawasan Kiara Condong. Bahkan kemacetan akut yang luar biasa, masih mewarnai lalu lintas kota kembang tersebut.

Terkait birokrasi dan politik, Emil cenderung menghindar. Kata Muradi, Emil menyerahkan sepenuhnya kepada sang Wakil Wali Kota Oded M Danial. Kemudian, Emil juga dinilai menjauhi sejumlah kalangan sejak diangkat. Seperti halnya, para seniman, forum-forum yang kerap dihadiri Emil dan partai politik.

"Padahal ketika menjadi wali, hubungan dengan semua pihak tersebut sangat penting. Khusus terkait politik, demokrasi tanpa politik nonsense," ujar dia.

Meski demikian, ia masih menaruh harapan besar kepada Emil dan wakilnya untuk berbenah dan mewujudkan semua janjinya, sehingga Bandung Juara terealisasi dengan baik. "Saya punya list hampir 120 janji kampanye Emil. Sangat banyak yang belum dikerjakan," pungkas dia.
(LDS)