Bulog Diberi Izin Impor Tunggal Beras

Arif Hulwan    •    Jumat, 08 May 2015 10:40 WIB
beras
Bulog Diberi Izin Impor Tunggal Beras
Ilustrasi. MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana impor beras demi stabilisasi harga yang disampaikan Presiden Joko Widodo di pertemuan para pemimpin redaksi di Istana Negara, Selasa (4/5/2015), mulai direalisasikan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku tengah menyiapkan segala hal yang terkait kebutuhan impor. Termasuk, pemberian izin impor hanya bagi Perum Bulog.

"Kemendag tentu sudah siap untuk mengeluarkan izin impor kepada Bulog pastinya. Tinggal finalisasi, tapi semua sudah siap," ungkap Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, di Bina Graha, Jakarta, seperti dikutip Jumat (8/5/2015).

Persiapan impor tersebut, menurutnya, merupakan respons atas arahan Presiden Jokowi perihal rencana itu demi menekan harga beras yang masih tak terkendali. Soal jumlah impornya, dia menyebut hal itu masih didata pihaknya bersama Kementerian Pertanian dengan mempertimbangkan stok beras nasional.

"Yang jelas untuk menekan harga konsumen," tukas dia.

Dalam beberapa kesempatan pidatonya, Jokowi sempat berbicara soal kisah pertemuannya dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang dalam forum forum KTT ASEAN, beberapa waktu lalu.

Dia menceritakan, Truong sempat menanyakan kepadanya soal rencana impor beras dari negaranya. Itu diakuinya menyadarkan dia soal posisi Indonesia yang sekian lama sebagai negara pengimpor beras.

"Oleh sebab itu, begitu pulang saya panggil Mentan (Amran). Saya tidak ingin seperti itu (pengimpor) lagi. Tiga tahun harus swasembada. Tidak boleh ditawar," cetusnya.

Gobel menyatakan, rencana impor kali ini bukan berarti ada perubahan tekad Jokowi agar tak lagi jadi negara pengimpor. Menurutnya, hal itu terdesak oleh kondisi pasar yang lebih dikontrol oleh pedagang ketimbang negara.

"Sekarang kan kondisinya beras dikuasai pedagang, banyak yang menentukan harga. Disitulah akan kita lakukan (impor) untuk menjaga stabilitas," ucapnya.


(WID)