BI Perkirakan Mei Kembali Inflasi

Antara    •    Jumat, 08 May 2015 10:42 WIB
inflasi
BI Perkirakan Mei Kembali Inflasi
BI (Foto: MI/USMAN ISKANDAR)

Metrotvnews.com, Semarang: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng-DIY memperkirakan, pada Mei ini akan kembali terjadi inflasi meski tidak sebesar inflasi bulan lalu. Inflasi terjadi lantaran adanya tekanan harga.

"Pada Mei, risiko tekanan harga di Jawa Tengah diperkirakan masih akan terjadi walaupun dalam level yang relatif rendah," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng-DIY Ananda Pulungan, di Semarang, Jumat (8/5/2015).

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan rencana kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik untuk beberapa golongan pelanggan. Risiko yang harus dicermati dari kelompok volatile foods atau komponen harga bergejolak ini adalah masuknya masa tanam bagi beberapa komoditas strategis.

"Salah satu komoditas yang masuk volatile foods yaitu bawang merah yang diperkirakan akan mengalami gejolak harga hingga masuknya musim panen pada awal Juni," katanya.

Sementara itu, BI akan terus melakukan pemantauan risiko dan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Menurutnya, berbagai langkah koordinasi akan dilakukan yaitu yang diarahkan untuk dapat menurunkan tekanan inflasi secara bertahap pada semua komponen.

"Ini sesuai dengan roadmap pengendalian inflasi yang telah terbentuk," katanya.

Sebelumnya, sesuai perkiraan BI, inflasi pada April mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Inflasi April 2015 tercatat sebesar 0,17 persen atau sedikit meningkat dari Maret lalu yang tercatat sebesar 0,16 persen.

Secara tahunan inflasi Jawa Tengah sebesar 5,99 persen atau meningkat dari 5,69 persen pada Maret. Inflasi di Jateng jauh lebih rendah dari nasional sebesar 0,36 persen. "Hal ini mencerminkan kinerja yang baik dalam pengendalian harga yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada umumnya," pungkasnya.



(ABD)