Belum Ada Ancang-ancang Usung SBY jadi Presiden

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 08 May 2015 13:40 WIB
partai demokrat
Belum Ada Ancang-ancang Usung SBY jadi Presiden
SBY--Antara/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Hingga saat ini belum ada persiapan khusus untuk kembali mencalonkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden. Pertemuan SBY dengan mantan Wapres Boediono dan pensiunan menteri bukanlah ancang-ancang untuk kembali bertarung di Pilpres 2019.

"Belum ada (ancang-ancang). Soal pertemuan-pertemuan, SBY memang kerap reuni, bukan hanya dengan mantan Wapres Boediono dan pensiunan menteri KIB II. Teman SD, SMP SBY juga reuni," kata politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada Metrotvnews.com, Jumat (8/5/2015).

Ruhut mengatakan, SBY adalah orang yang taat dengan hukum dan tidak ambisius. "Pak SBY enggak mau ada perdebatan panjang. SBY adalah orang yang santun, rendah hati. Percayalah nanti akan ada calon," ucapnya.

SBY berpesan agar mendukung kepemimpinan Jokowi. Boleh mengkritik, namun juga memberika solusi. "Kritisi boleh, tapi kasih solusi, jangan goyang jabatan Jokowi," terang Ruhut.

SBY dan bekas Wapres Boediono serta para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II menggelar pertemuan, Senin 4 Mei. Pertemuan berlangsung di rumah mantan Menteri Perindustrian (Menperin) M.S. Hidayat.

Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, Partai Demokrat akan mempelajari Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden mengatur soal masa jabatan presiden.

Dalam Pasal 5 huruf L UU itu disebut, seseorang tak diperbolehkan menjabat presiden setelah menjabat dua periode beturut-turut. SBY menjabat selama dua periode, sejak 2004 hingga 2014. Artinya, SBY mematuhi undang-undang itu. Dia tak maju lagi di Pilpres 2014.

"Belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama," begitu bunyi Pasal 5 huruf L UU Pilpres.

Sementara Pasal 7 UUD 1945 berbunyi "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan". SBY disebut bisa saja mencalonkan diri lagi pada 2019.


(YDH)