Kisruh Sepak Bola Nasional Bingungkan Klub Daerah

Agus Josiandi    •    Jumat, 08 May 2015 13:49 WIB
liga indonesia
Kisruh Sepak Bola Nasional Bingungkan Klub Daerah
Pemain Madura United (MU-P) Zainul Hidayat (tengah) berusaha melewati pemain Porprov Pamekasan, Muhammad Hanif (kanan) dan Bilal Ibrohim (kiri) saat ujicoba, di GOR A. Yani, Sumenep, Jatim, Jumat (17/4). (Foto: ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Metrotvnews.com, Pamekasan: Kisruh sepak bola tanah air yang berujung pembekuan PSSI dan penghentian kompetisi liga indonesia membuat klub peserta kebingungan untuk mengambil sikap.

Terlebih, belakangan muncul wacana bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), akan tetap menggelar liga di bawah komando tim transisi yang akan dibentuknya.

Direktur Teknik Madura United Perssu (MU-P), Junaidi mengaku jika dirinya kebingungan menentukan sikap. Apakah tetap mendukung PSSI dan PT Liga Indonesia, atau mengamini langkah Kemenpora.

“Klub yang bingung kalau kayak gini, kita ikut pssi dan PT. liga, PSSI nya dibekukan oleh kemenpora. Tapi kalau ikut Menpora perangkat liganya PSSI yang punya,” kata Junaidi, jumat  (8/5/2015).

Menurut Junaidi, perangkat pertandingan seperti wasit dan komisi disiplin sejauh ini masih dibawah naungan PSSI. Apalagi jika memaksa ikut tim transisi Menpora, jenjang kompetisi yang dijalaninya tidak jelas.

“Tujuan kompetisinya kemana? Misalnya kalau QNB League ada ke piala AFC atau Liga Champion Asia, kalau yang tim transisi kemana?,” imbuhnya.


(REN)