Ekuitas Negatif, Citilink Terancam Dibekukan

   •    Jumat, 08 May 2015 14:01 WIB
citilink
Ekuitas Negatif, Citilink Terancam Dibekukan
Ilustrasi. Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan telah mempelajari laporan keuangan perusahaan penerbangan. Jonan menemukan maskapai yang keuangannya bermasalah.

"Saya sudah baca (laporan keuangan sebagian maskapai) sebagian ada yang ekuitasinya itu negatif. Ini termasuk yang saya ingat itu Citilink," kata Jonan dalam diskusi Indonesia Transportation Forum di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Jonan mengatakan, pihaknya langsung menghubungi pimpinan Citilink setelah membaca laporan keuangan tersebut. Dia mempertanyakan apakah perusahaan pelat merah tersebut sudah meminta penambahan modal. "Kemudian saya telepon Bu Rini (Menteri BUMN), saya bilang karena ini bisa saya bekukan," cetusnya.

Menurut dia, secara hukum, perusahaan yang ekuitasnya minus bisa dikatakan sudah berada di ambang kebangkrutan. "Ekuitasnya (Citilink) itu minus 75 persen, kalau berdasarkan Undang-Undang PT (Perseroan Terbatas), itu sudah selesai," kata dia. Jonan kemudian tak menyebutkan maskapai lainnya yang memiliki masalah keuangan.

Kementerian Perhubungan mewajibkan seluruh maskapai penerbangan menyerahkan laporan keuangannya beberapa hari lalu. Hingga kini belum seluruh maskapai menyerahkan laporan keuangan kepada Kementerian Perhubungan.

Baru delapan maskapai angkutan berjadwal yang telah melapor. Sebelas maskapai berjadwal lainnya tercatat belum memberikan laporan keuangannya. Sedangkan untuk maskapai tak berjadwal, baru ada 29 dari 50 maskapai yang telah menyerahkan laporan keuangannya.

Pemerintah memiliki tiga opsi untuk maskapai yang neraca keuangannya bermasalah. Pemerintah bisa membekukan sementara, memerintahkkan mencari suntikan dana dari pihak ketiga, atau mengurangi jumlah rute penerbangan maskapai tersebut.  (Nuriman Jayabuana)


(WID)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

53 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA