Diduga Masukkan Bom, Cipeng, Anak Rustawi Diburu Polisi

Aditya Mahatva Yodha    •    Jumat, 08 May 2015 15:53 WIB
wni
Diduga Masukkan Bom, Cipeng, Anak Rustawi Diburu Polisi
Rumah Rustawi Tomo, di Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Foto: Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Rustawi Tomo, warga negara Indonesia yang tertangkap di Brunei Darussalam, mengaku tidak tahu menahu soal bahan peledak dan peluru di kopernya. Dia mengatakan anaknya, Sutrisno alias Cipeng yang mengemas barang bawaannya ke koper.

Berawal dari informasi ini, Kepolisian Brunei dan Polri menyelidikinya ke Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketua RT 03 RW01 Desa Jabung, Bashori, membenarkan ada polisi datang mencari Cipeng.

"Beberapa hari yang lalu, sempat polisi datang ke Desa Jabung untuk mencari Cipeng. Sebab, Kaji Rustawi mengaku isi kopernya yang menata adalah Cipeng. Makanya, anaknya sekarang dicari polisi," kata Bashori, Jumat (8/5/2015).

Cipeng merupakan nama panggilan untuk anak ketiga Rustawi, yaitu Sutrisno Prayogo. Rustawi ditahan di Brunei karena diketahui membawa bahan peledak jenis bondet (bom ikan), sejumlah peluru, dan pisau lipat.

Kini, Polri bersama Kepolisian Brunei masih menyelidiki alasan Rustawi membawa benda berbahaya itu. Informasinya, polisi Brunei akan datang ke Malang pada pekan ini.

Rustawi berangkat bersama istrinya, Pantes Sastro Prajitno atau Pantes Sarjiah, yang juga dimintai keterangan oleh Kepolisian Brunei. Namun, istrinya dapat melanjutkan perjalanan untuk ibadah umrah.

Ketika polisi datang ke rumah Rustawi, Cipeng sedang keluar rumah. "Sampai sekarang Mas Cipeng belum pulang. Sebagai anak muda, dia biasa main ke tempat temannya selama beberapa hari," jelas Bashori.

Meski sedang diincar polisi, warga Desa Jabung tidak yakin jika anak Rustawi adalah pelakunya. Selama ini, Cipeng dikenal baik, pandai, dan sopan. Justru Rustawi lah yang bersikap tertutup terhadap warga.

Tetangga Rustawi, Kastigana, pria empat anak itu mulai tertutup terhadap warga sejak bergaul dengan jemaah aliran tertentu asal Surabaya pada 2012.

"Saat itu, Mas Cipeng sempat mengingatkan ayahnya agar tak bergaul dengan jemaah-jemaah tersebut. Rupanya Pak Rustawi marah dan membenci anaknya. Mungkin karena marah itulah kini Pak Rustawi sengaja menyalahkan anaknya atas keberadaan bahan peledak itu," ujar Kastigana.

 


(BOB)