Uang Tunai dan Handphone Pedagang Angkringan Raib

Patricia Vicka    •    Jumat, 08 May 2015 16:16 WIB
pembunuhan
Uang Tunai dan <i>Handphone</i> Pedagang Angkringan Raib
Ilustrasi: Dok, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Eka Mayasari ditemukan tewas di kamar kosan di kolong jembatan Janti, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (2/5/2015) sore. Sehari-hari, dia berdagang angringan di sebelah kamarnya.

Menurut penuturan kakak Maya, Novianto, tas dan handphone Maya raib saat jenazahnya ditemukan.

"Barang-barang Maya yang yang hilang 1 tas sandang bermotif polkadot yang berisi uang tunai Rp3-4 juta dan 1 HP Samsung Galaxy," ujar Novianto di kediamannya di Gedong Kuning Yogyakarta, Jumat (8/5/2015).

Maya terbiasa mengumpulkan uang hasil dagangannya di tas tersebut, lalu disetorkan ke bank terdekat.
"Uang itu rencananya mau disetor Maya ke bank akhir bulan. Ada juga ATM dua bank, buku tabungan, KTP dan STNK motor Maya di dalam tas itu yang hilang juga," kata pria 28 tahun ini.

Kini, barang-barang tersebut tengah dicari pihak berwajib. Sebelumnya, Novianto tidak percaya jika sang adik, Eka Mayasari tewas secara misterius.

Dia tak memiliki firasat aneh sebelum kematian adiknya. "Terakhir bertemu Maya sekitar dua bulan lalu, dia terlihat ceria dan seperti tidak ada masalah," kata pria yang mengenakan baju hitam itu.

Menurut dia, sang adik adalah sosok yang ramah, baik hati, sabar dan tidak punya musuh. Maya juga wanita yang taat beribadah dan punya banyak teman.

"Setahu saya Maya ga pernah ribut atau berantem sama orang. Dia anak yang supel, ceria dan penyabar. Temannya ada banyak dan mereka semua sayang sama Maya," ujar dia.

Eka Mayasari ditemukan tak bernyawa dalam kondisi muka penuh lebam. Saat ditemukan jenazahnya tertutup sajadah dalam posisi telentang dan pakaian sedikit tersingkap. Di balik kepalanya ada darah.


(BOB)

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

4 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA