WNI Terancam Dihukum Pancung, JK: Kita Hormati Hukum Negara Lain

Dheri Agriesta    •    Jumat, 08 May 2015 17:01 WIB
jusuf kallaeksekusi mati
WNI Terancam Dihukum Pancung, JK: Kita Hormati Hukum Negara Lain
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Cicih binti Aing, warga Indonesia di Dubai, divonis hukuman pancung atas tuduhan pembunuhan. Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan Kementerian Luar Negeri sudah mengupayakan pembelaan terhadap Cicih.

"Kalau ada warga kita yang terancam hukuman di luar negeri atau di negara mana pun itu pasti pemerintah dalam hal ini kementerian luar negeri diinstruksikan pembelaan," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).

Namun, jika pengadilan setempat telah menerbitkan putusan final, pemerintah tak bisa berbuat banyak. Pemerintah, kata JK, harus menerima putusan pengadilan karena itu merupakan hukum yang dianut negara itu.

Hal ini sama dengan putusan pengadilan Indonesia yang memvonis mati gembong narkoba. Indonesia harus menghormati putusan itu seperti negara lain menghormati hukum RI. Namun, pembelaan terhadap WNI yang bermasalah dengan hukum di luar negeri tetap dilakukan.

"Jadi kita minta negara lain hormati hukum kita, kita juga harus hormati hukum negara lain. Tapi kita tetap membela," tandas JK.

Diketahui, Cicih binti Aing adalah TKI asal Karawang, Jawa Barat. Dia satu dari empat TKI di Abu Dhabi yang terancam hukuman mati. Sedangkan tiga TKI lainnya sudah bebas dari ancaman hukuman mati.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan memberikan pembelaan terhadap Cicih agar lepas dari hukuman mati. Pemerintah sudah membayar pengacara yang dikenal handal di Dubai untuk mendampingi proses hukum Cicih.

Pengacara ini nantinya akan mendampingi Cicih menjalani proses hukum yang sudah masuk tingkat banding. Sebab dalam putusan pengadilan tingkat pertama Cicih sudah divonis hukuman pancung.


(KRI)