Ekonomi Melambat, Ekonom: Koordinasi Tim Ekonomi Kacau

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 09 May 2015 12:38 WIB
reshuffle kabinet
Ekonomi Melambat, Ekonom: Koordinasi Tim Ekonomi Kacau
Direktur Indef Enny Sri Hartati (Foto: MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2015 melambat dan tidak sesuai ekspektasi dari target pemerintah. Hal ini mengakibatkan adanya dorongan sangat kencang di publik untuk dilakukannya perombakan tim ekonomi dari Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
 

"Perlambatan ekonomi terjadi karena kinerja tim ekonomi tidak maksimal di semester satu. Koordinasi antar tim juga kacau dan tidak kompak. Sebagai contoh, PPn Minerba, di mana Kementerian ESDM tiba-tiba tolak PPn Minerba," kata Ekonom Indef Enny Sri Hartati, ditemui dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya bertajuk Menanti Sabda Reshuffle, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (9/5/2015).
 

Menurut dia, kontroversi di kementerian membuat kinerja Pemerintahan Jokowi sangat kurang. Hal ini yang sangat disayangkan dari Pemerintahan Jokowi. Pasalnya, masalah tidak akan selesai hanya dengan merombak kabinet. Presiden Jokowi harus menegaskan garis komando pekerjaan secara maksimal.
 

"Belum tentu reshuffle menghasilkan kinerja baik, kalau tidak ada koordinasi lagi secara maksimal," tutur dia.
 

Menurutnya, kinerja ekonomi bukan hanya mengurusi satu sektor, tapi semua sektor ekonomi saling berkaitan demi tercapainya perekonomi yang stabil. Bahkan, reshuffle menteri adalah hak kuasa Jokowi.

"Jokowi hanya berharap garis komando agar kinerja optimal. Agar kinerja solid dan lebih optimal," tutupnya.


(ABD)