Cegah Risiko Sistemik, BI Terapkan Kebijakan Makroprudensial

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 09 May 2015 18:38 WIB
bank indonesia
Cegah Risiko Sistemik, BI Terapkan Kebijakan Makroprudensial
BI (Foto: MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kebijakan makroprudensial merupakan bentuk kehati-hatian yang dilakukan BI secara makro. Kebijakan tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko sistemik.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Yati Kurniati mengungkapkan, selain itu kebijakan makroprudensial bertujuan untuk mengurangi risiko sistemik, potensi instabilitas, gangguan atau kegagalan di suatu institusi keuangan yang menjalar ke institusi keuangan lainnya.

"Karena institusi keuangan itu usaha besar, sehingga ada keterkaitan antara instritusi yang gagal. Ketika yang besar jatuh maka akan merembet seceara luas, itu yang kami coba cegah," ujarnya di Hotel Sheraton, Bandung, Sabtu (9/5/2015).

Dirinya menambahkan, untuk fungsi dari kebijakan makroprudensial sendiri diantaranya adalah untuk mengurangi resiko dari instabilitas keuangan. "BI harus bekerjasama dengan OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS. Lembaga pemerintah harus jaga stabiltias keuangan," pungkasnya.

Sekedar diketahui, kebijakan makroprudensial juga digunakan untuk mendorong intermediasi yang seimbang, sehingga penyaluran kredit sesuai dengan penyerapan perekonomian. Serta meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan akses keuangan.


(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

19 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA