Pengamat: Rencana Ahok Kurangi Kopaja Harus Sesuai Perda DKI

Damar Iradat    •    Minggu, 10 May 2015 05:29 WIB
ahok
Pengamat: Rencana Ahok Kurangi Kopaja Harus Sesuai Perda DKI
Ilustrasi--MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengingatkan agar rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengurangi bus Kopaja mini tetap sesuai perangkat perundangan yang ada. Pasalnya, Kopaja mini dianggap masih layak beroperasi di DKI.

Kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu jelas Edo harus merujuk pada Perda No 5 tahun 2014 tentang Transportasi. Dalam Perda disebutkan, bahwa mobil bus umum adalah kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk lebih dari delapan orang, termasuk tempat duduk pengemudi atau yang beratnya lebih dari 3.500 kilogram dengan dipungut bayaran.

"Artinya, terbuka peluang jenis bus sedang maupun besar sebagai alat transportasi umum di Jakarta," kata Edo kepada Metrotvnews.com lewat pesan singkat, Sabtu (9/5/2015).

"Terpenting adalah Pemprov DKI Jakarta harus memiliki konsep yang jelas dan mewujudkan angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, ramah lingkungan, dan terintegrasi," sambung dia.

Pengurangan kopaja mini kata dia bisa dilakukan asal berbasis pada regulasi yang diterapkan secara tegas, konsisten, dan transparan. Tapi yang paling penting kata Edo ialah pembenahan sistem angkutan, misal, pembenahan mekanisme manajemen keselamatan angkutan umum.

"Selain itu penerapan aturan pengawasan yang ketat untuk pemeriksaan kondisi kendaraan agar tetap terawat dan terjamin tingkat kenyamanan dan keselamatannya," pungkas dia.

Sebelumnya, Kopaja mini dinilai sudah tidak layak beroperasi di Jakarta. Untuk itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara bertahap berencana membenahi angkutan masal tersebut.

Ahok mengatakan pengelola Kopaja tidak diperkenankan lagi mengoperasikan bus ukuran serupa. Pengelola diwajibkan membeli bus yang ukurannya seperti TransJakarta.


(REN)