Muhammadiyah Kerahkan 500 Relawan Banjir

   •    Minggu, 20 Jan 2013 11:56 WIB
Muhammadiyah Kerahkan 500 Relawan Banjir

MI/RAMDANI/rj

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengurus Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) mengerahkan 500 orang relawan untuk memberikan bantuan baik kepada korban dalam bentuk evakuasi maupun penanganan selama di pengungsian.

"Total ada sekitar 500 orang relawan yang kami turunkan untuk ikut membantu korban serta memberi penanganan untuk kebutuhan mereka selama di pengungsian," kata Ketua LBP PWM DKI Jakarta, M Zukirallah di Jakarta, Minggu (20/1).

Menurut Zukirallah, 200 dari jumlah keseluruhan relawan sudah ditugaskan bersiaga hingga 31 Januari 2013, yang terdiri dari tim kesehatan dan tim evakuasi. Zukirallah sendiri menyebutkan LPB PWM Muhammadiyah DKI Jakarta mendirikan delapan posko yang tersebar di beberapa titik utama lokasi banjir seperti Manggarai dan Grogol.

"Kami juga ada mendirikan 41 kamp pengungsian untuk menampung warga sekitar, biasanya di sekolah-sekolah Muhammadiyah," ujar dia.

Di setiap kamp pengungsian LPB Muhammadiyah menyediakan juga satu unit ambulans yang akan dirujuk ke 13 rumah sakit Muhammadiyah Untuk setiap kamp pengungsian, mampu menampung sekitar 100 orang pengungsi atau setidaknya mencapai 40 keluarga. Salah satu kamp pengungsian yang berada di Bukit Duri Tanjakan, Jakarta menangani 750 korban banjir atau sebanyak 300 keluarga.

Sedangkan di kamp pengungsian Bukit Duri Tanjakan, di Sekolah Dasar  Muhammadiyah 16, tertampung 166 pengungsi yang menginap atau sebanyak 46 keluarga. Selain memberi tempat berlindung, LPB Muhammadiyah juga memberikan layanan kesehatan serta penanangan trauma bagi anak-anak.

Sebelumnya pada Sabtu (19/1) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan setidaknya terdapat 15 korban jiwa akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di ibukota, Jakarta. Dua di antaranya ditemukan meninggal di 'basement' Gedung UOB.

Sementara dari 13 korban lainnya, enam orang karena kesetrum listrik, empat orang karena usia dan sakit, dua orang anak-anak dan seorang hanyut ke sungai. Dari 15 korban meninggal tersebut dengan rincian sembilan di Jakarta Barat, dua di Jakarta Selatan, satu di Jakarta Timur, dan satu di Jakarta Utara. (Ant/OL-2)