Halau Pesimistis terhadap Kinerja Ekspor

Antara    •    Minggu, 10 May 2015 11:45 WIB
ekspor
Halau Pesimistis terhadap Kinerja Ekspor
Ilustrasi kegiatan ekspor impor -- ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia masih memiliki peluang untuk menaikkan kontribusi ekspor ke pertumbuhan dengan mengoptimalkan pasar nontradisional. Maka itu, pesimistis para pemangku kepentingan terhadap kinerja ekspor sepanjang sisa tahun perlu dihilangkan.

"Dari laporan IMF kemarin (Rabu, 6/5) ada (kesan) positif buat stabilitas (Asia Pasifik). Namun, karena Tiongkok memang diprediksi masih melambat, kita harus serius perluasan ke sasaran non-tradisional," kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Leondard Tampubolon dalam pernyataannya kepada Antara, di Jakarta, Minggu (10/5/2015).

Leo mengakui selama triwulan I, kontribusi ekspor memang belum maksimal. Namun, dia mengklaim, pada triwulan II, pemerintah akan serius menggarap kinerja ekspor untuk pasar-pasar nontradisional, terutama dengan menindaklanjuti kerja sama yang dihasilkan dengan negara-negara Asia dan Afrika, setelah peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika.

Disinggung apakah kontribusi ekspor dari negara-negara yang menjadi pasar nontradisional akan signifikan, Leo mengakui hal tersebut tidak akan signifikan dalam jangka pendek. "Tapi itu penting untuk berkelanjutan. 'Sedikit-sedikit menjadi bukit' dong," ujarnya singkat.

Leo mengaku masih optimistis laju pertumbuhan masih sejalan dengan rencana untuk mencapai target di APBN-Perubahan 2015 sebesar 5,7 persen. Selain tambahan kontribusi ekspor, percepatan realisasi investasi pemerintah dia yakini akan membuat pertumbuhan ekonomi melaju kencang di triwulan II, dan dua triwulan berikutnya.

Ekonom DBS Bank Gundy Cahyadi, melalui pesan elektronik, menyatakan ekspor dari sektor manufaktur, khususnya industri elektronik dari Indonesia memberikan sinyal positif pada April 2015. Namun, untuk ekspor komoditi, yang masih menjadi andalan Indonesia, dia memperkirakan belum ada perbaikan kinerja secara signifikan hingga akhir tahun karena pelambatan ekonomi global.

Hingga triwulan I-2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat ke level 4,71 persen dibanding triwulan I 2014 sebesar 5,14 persen. Menurut data Badan Pusat Statistik dalam situsnya, jika dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia turun 0,18 persen (q-to-q). Hal itu terlihat dari sisi pengeluaran disebabkan terkontraksinya kinerja ekspor (minus 5,98 persen), dan investasi (minus 4,72 persen).


(AHL)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

12 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA