Pekan ini KPK Tentukan Status Hukum Rusli Zainal

   •    Minggu, 20 Jan 2013 18:12 WIB
Pekan ini KPK Tentukan Status Hukum Rusli Zainal

ANTARA/Reno Esnir/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Status Gubernur Riau Rusli Zainal dalam kasus suap Pekan Olahraga Nasional akan ditentukan pada pekan ini.

Pasalnya, pada pekan ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan ekspose atau gelar perkara kasus yang sudah menyeret sejumlah anggota DPRD Riau sebagai tersangka.

"Belum ada, baru Senin ini kami akan membahas semuanya di dalam ekapose," kata Ketua KPK Abraham Samad soal peningkatan status Rusli sebagai tersangka.

Kendati peran dan fakta persidangan menunjukkan dugaan keterlibatan politikus Golkar itu cukup kuat, KPK belum juga menetapkannya sebagai tersangka.

Abraham mengatakan, KPK akan menggunakan keterangan tujuh anggota DPRD Riau dan seluruh saksi dalam persidangan untuk menguak lebih lanjut peran masing-masing pihak dalam kasus itu. "Kami baru mengevaluasi lebih dalam," katanya.

Pada pertengahan tahun lalu, Abraham sempat menjanjikan bahwa Rusli akan menjadi tersangka.

Namun, banyaknya beban kasus dan minimnya penyidik membuat sejumlah penanganan kasus KPK tersendat. Terlebih lagi kasus korupsi simulator SIM yang menyedot banyak energi.

Secara terpisah, Bambang Widjojanto memberi sinyalemen penetapan Rusli sebagai tersangka tinggal menghitung waktu.

"Setelah menyelesaikan penyidikan Lukman Abbas (mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau), kemudian merembet ke tujuh anggota DPRD Riau, berarti sekarang tinggal siapa?" ujar Bambang.

Ia menambahkan, KPK belum menjadwalkan pemanggilan Rusli. Kasus itu bermula saat KPK mencokok tujuh anggota DPRD Riau pada 3 April 2012.

Dari tangan mereka, KPK menyita duit Rp900 juta yang diduga terkait dengan kasus pembangunan proyek PON di Riau.

KPK menetapkan 13 tersangka. Sejak 2006, Pemerintah Provinsi Riau telah menggelontorkan duit Rp3,8 triliun untuk pembangunan proyek PON. Di luar duit itu, pemerintah mengucurkan dana pendukung Rp456 miliar untuk fasilitas penunjang.

Dalam persidangan terungkap peran Rusli yang diduga memerintahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau Lukman Abbas untuk menyuap anggota DPRD Riau. Dia juga diduga menerima uang sebesar Rp500 juta dari rekanan proyek.

Terungkap juga kucuran dana sebesar Rp9 miliar kepada politisi di Senayan. Rusli telah diperiksa KPK, tapi ia membantah keterlibatannya. (PL/OL-5)