Apindo Minta SDM Harus Kantongi SKKNI Demi MEA

Antara    •    Minggu, 10 May 2015 13:45 WIB
mea 2015
Apindo Minta SDM Harus Kantongi SKKNI Demi MEA
Ilustrasi tenaga kerja. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta berpendapat SDM Indonesia harus memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hal ini sesuai Kepmenakertrans Nomor 307/ 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat Dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, demikian siaran pers Apindo, di Jakarta, Minggu (10/5/2015).

Apindo DKI Jakarta merespons positif workshop dan sosialisasi standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) yang diselenggarakan PT Ekalavya Prima, karena  SKKNI menjadi fondasi dan tolak ukur keunggulan daya saing dalam era globalisasi terutama dalam menghadapi MEA.

"SKNNI sangat baik dan harus disosialisasikan secara nasional kepada perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan manufaktur, karena hal itu akan menjadi fondasi dan tolak ukur keunggulan daya saing kita di era globalisasi," kata Ketua Bidang Advokasi Apindo DKI Jakarta Asep Sutarman.

Dengan pelatihan SKKNI ini, ia optimistis sumber daya manusia Indonesia dapat lebih kompeten dan profesional. "Dalam memasuki era kompetisi yang lebih keras, pelatihan SKKNI sangat tepat bersamaan dengan berlakunya MEA," ujarnya.

Sementara fasilitator workshop SKKNI Mirna Kurniawati berkomitmen untuk menyiapkan SDM yang siap dalam menghadapi MEA 2015.

"Saya tergugah untuk memikirkan nasib bangsa ini dalam memasuki MEA 2015. Kesiapan yang kita lakukan dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina masih jauh tertinggal. Untuk itulah saya ingin memberikan dan berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan-rekan praktisi HR melalui pelatihan yang berbasis SKKNI ini guna memberikan exposure bagi mereka untuk dapat bersiap diri berkompetisi tidak hanya dengan rekan kerjanya, tenaga kerja di Indonesia tetapi juga mampu berkompetisi dengan pekerja di negara ASEAN," jelas Mirna.

Sedangkan Direktur PT Ekalavya Prima, Wina Suntiowangi, sebagai penyelenggara mengatakan workshop SKKNI merupakan workshop yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Topik yang diangkat adalah Menyusun Uraian Jabatan/Job Description.

Wina menjelaskan topik ini diangkat mengingat masih banyak praktisi SDM yang kesulitan untuk menyusun uraian jabatan secara tepat dan mudah, padahal uraian jabatan ini diperlukan setiap individu dalam organisasi sebagai titik awal untuk memberi kejelasan mengenai peran, tanggung jawab dan tugas-tugas kerjanya dalam organisasi.

"Tiada kinerja yang baik tanpa kejelasan apa yang perlu dikerjakan," pungkasnya.


(AHL)