Alasan Polisi Tak Menahan AA

Arga sumantri    •    Minggu, 10 May 2015 13:55 WIB
prostitusi artis
Alasan Polisi Tak Menahan AA
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Audie Latuheru. (Foto: MTVN-Arga Sumantri)

Metrotvnews, Jakarta: Polres Jakarta Selatan menangkap tersangka mucikari RA dengan satu wanita penjaja cintanya berinisial AA di sebuah hotel bintang lima kawasan Jakarta Selatan dua hari lalu. Sampai hari ini, polisi hanya menahan RA sebagai tersangka. Sedangkan AA, dibebaskan setelah memberikan keterangan kepada polisi sebagai saksi.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru menjelaskan, AA yang ditangkap bersama RA memang tak bisa ditahan. Sebab dalam kasus ini, polisi hanya menyangkakan pasal tentang mucikari yang dilakukan RA. "Begini, kita kan sedang menyidik kasus pasal mucikari. Dalam kasus mucikari memang wanitanya itu tidak ditahan. Dia hanya sebagai saksi, menjelaskan perbuatan yang dilakukan pelaku," kata Audie, di Mapolres Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2015).

Pada saat pemeriksaan, AA mengaku dijual RA kepada pria hidung belang. Namun sejauh ini polisi tak bisa menahan AA, sebab belum ada pasal yang bisa menjerat AA masuk bui.

"Hasil pemeriksaan AA, dia memang mengaku dijual oleh RA. AA hanya kita minta keterangan jadi saksi. Sementara ini tidak ada pasal yang bisa disangkakan ke AA," lanjut Audie.

Meski begitu, Audie tetap tak menutup peluang jika dalam proses penyelidikan nantinya AA kembali dipanggil untuk memberikan keterangan.

Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan berhasil membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model. Kasus tersebut terbongkar setelah polisi berhasil menangkap artis AA, bersama mucikarinya, RA, pada Jumat, 8 Mei, malam, di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut pengakuan RA, artis atau model yang berada di bawah naungannya akan dilepas dengan harga Rp80 juta hingga Rp200 juta per tiga jam. Beberapa barang bukti diamankan petugas seperti uang tunai RP45 juta, dua pakaian dalam, dan satu unit HP Blackberry Q5. Tersangka RA dikenakan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.



(MEL)