Polisi Bungkam Soal Identitas AA

Arga sumantri    •    Minggu, 10 May 2015 14:10 WIB
prostitusi artis
Polisi Bungkam Soal Identitas AA
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Audie Latuheru menunjukan barang bukti hasil penangkapan RA dan AA. (Foto: MI--Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tertangkapnya AA bersama mucikarinya RA pada 8 Mei lalu menimbulkan banyak pertanyaan. Siapa sebenarnya wanita yang disebut sebagai pekerja seks komersil kelas atas itu? Hingga kini, pihak kepolisian yang mengamankan keduanya pun menutup rapat identitas AA.

"Kenapa tidak pernah saya sebutkan nama itu (AA), karena untuk meminimalisir sanksi sosial terhadapnya. Hukuman sosial bagi dia (AA) juga kan ada," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru, di Mapolres Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2015). Bukan hanya nama lengkap AA yang ditutup rapat polisi, kepastian terkait profesi yang dilakoni AA selain sebagai penjaja cinta juga belum diketahui dengan pasti. Polisi hanya berujar, para pekerja seks komersial (PSK) di bawah kendali RA berasal dari berbagai profesi.

"Untuk kepentingan penyidikan, kami (polisi) tidak akan menyebut profesi apapun. Sebab mereka (PSK) juga terdiri dari beberapa profesi," tambah Audie.

Informasi yang beredar di berbagai forum dunia maya, wanita berinisial AA yang dimaksud adalah Amel Alvi. Selain dikenal sebagai model dan juga DJ, dara kelahiran Sukabumi 23 tahun itu kerap muncul di film layar lebar bergenre horor erotis. Sebut saja Pulau Hantu, Hantu Budeg, Rumah Hantu Pasar Malam, Misteri Cipularang dan Main Dukun.

Namun, Amel Alvi sendiri membantah tuduhan itu, "Enggak, bukan aku. Pada salah sangka semua. Artis inisial AA kan banyak. Aku ada di apartemen nih," ujar Amel, saat dikonfirmasi Sabtu (9/5/2015).

Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan berhasil membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model. Kasus tersebut terbongkar setelah polisi berhasil menangkap artis AA, bersama mucikarinya, RA, pada Jumat, 8 Mei, malam, di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut pengakuan RA, artis atau model yang berada di bawah naungannya akan dilepas dengan harga Rp80 juta hingga Rp200 juta per tiga jam. Beberapa barang bukti diamankan petugas saat penggerebegan, seperti uang tunai RP45 juta, dua pakaian dalam, dan satu unit HP Blackberry Q5. Tersangka RA dikenakan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.



(MEL)