Dinas Bina Marga DKI Kebut Perbaikan Jalan

Lukman Diah Sari    •    Minggu, 10 May 2015 14:27 WIB
jalan rusak
Dinas Bina Marga DKI Kebut Perbaikan Jalan
Ilustrasi jalan berlubang. (Foto: MI-- Immanuel Antonius)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jalan rusak selalu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Dinas Bina Marga DKI Jakarta merinci, hingga Mei 2015 ada 2998 titik jalan rusak di Ibu Kota.

"Kerusakan jalan paling banyak ada di Jakarta Barat, total 1033 titik," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Suko Wibowo, saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2015).  Dari ribuan titik jalan rusak di Jakarta Barat, sebanyak 703 titik telah selesai diperbaiki. Di antaranya, Jalan Puri Kembangan, Jalan Kedoya Raya, Jalan Arjuna Selatan, Jalan Arjuna Utara, dan Tanjung Duren. Sementara sisanya, 330 titik masih menunggu. 

Dilanjut pada posisi kedua, wilayah Jakarta Timur dengan 588 titik. "Sebanyak 251 titik sudah diperbaiki, sisanya 337 titik yang belum," ucapnya. 

Adapun yang telah diperbaiki ada di wilayah Jalan Bekasi Timur, Jalan Otista, Jalan Pemuda, dan Jalan matraman.

Sementara untuk wilayah Jakarta Pusat, dari 442 titik jalan rusak sebanyak 333 titik rampung diperbaiki. Di antaranya, Jalan Jati Baru, Jalan Abdul Muis, Jalan Senen Raya, Jalan Gunung Sahari, Jalan Suprapto, dan Jalan Kramat Raya.

Berbeda dengan wilayah Jakarta Selatan, wilayah selayan Jakarta itu memiliki titik jalan rusak sebanyak 528 dan yang telah diperbaiki sebanyak 314 titik. "Tapi 91 titik sisanya, lagi dibetulin secara bertahap," ungkapnya. 

Untuk wilayah Jakarta Selatan yang telah diperbaiki meliputi Jalan Saharjo, Jalan Pasar Minggu, Jalan Mampang Prapatan, dan Jalan Supomo.

Sedangkan untuk di Jakarta utara, dari 407 titik jalan rusak sebanyak 363 titik telah selesai diperbaiki. Diketahui ruas jalan yang telah mulus di antaranya, Jalan Boulevard Raya, Jalan Boulevard Barat, Jalan Bugis, Jalan Pelumpang dan Jalan Yos Sudarso. 

"Total yang sudah diperbaiki ada 1964 titik. Perbaikan jalan yang kita perbaiki sifatnya masih tambal sulam, atau penanganan sementara. Yang penting enggak berlubang," bebernya.

Menurut dia, tambal sulam dilakukan karena lalu lintas yang padat bisa cepat menggerus jalan. Ditambah wilayah yang sering tergenang, akan mempercepat proses keropos pada jalan. "Satu dua bulan bisa rusak lagi," ungkapnya.

Disebut Suko, alokasi anggaran tahun 2015 untuk pemeliharaan jalan mendapat jatah Rp350 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk perbaikan jalan, saluran tepi jalan, trotoar, flyover, under pass, jembatan hingga perbaikan kerusakan jalur busway berskala kecil. 

Kini pihaknya juga sedang memulai lelang barang dan jasa, agar pemeliharaan jalan bisa dilakukan permanen dengan aspal panas hingga beton. "Kalau sudah ada pemenang lelang, kita bisa langsung mulai kontrak kerja dan pemeliharaan bisa langsung dilakukan," tegasnya.



(MEL)