PSK Asing Masih Berpraktik di Batam

Hendri Kremer    •    Minggu, 10 May 2015 17:01 WIB
prostitusi
PSK Asing Masih Berpraktik di Batam
Ilustrasi.--MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Batam: Ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK) asing masih bebas berpraktik di Batam, Kepulauan Riau. DPRD Kepri Batam meminta Kantor Imigrasi Batam tidak tebang pilih dalam melakukan razia.

"Ratusan jumlahnya. Jumlah pastinya masih kami kumpulkan dari anggota masyarakat yang resah. Namun, yang berhasil ditangkap Imigrasi Batam hanya beberapa orang. Mereka berpraktik hampir di seluruh tempat hiburan malam di Batam," ujar anggota DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov, Minggu (10/5/2015).

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Erna Yunanti Murni, tidak bersedia berkomentar. Begitu pula dengan pejabat di kantor Imigrasi Kelas I Batam.

Pantauan Media Indonesia, di sejumlah tempat hiburan Batam, PSK asing yang berpraktik di Batam selain berasal dari Thailand, ada juga yang berasal dari Uzbekistan, Tiongkok, dan Turki. Tarif mereka bervariasi antara Rp1,5 juta hingga Rp5 juta sekali booking.

Menurut salah seorang mucikari di kawasan Nagoya, mereka bekerja sama dengan oknum Kantor Imigrasi jika akan ada razia di tempat-tempat hiburan, sehingga terhindar dari penyergapan petugas.

"Kalau keamanan mereka (PSK asing) terjamin. Kan kami sudah ada informan," katanya.

Sementara itu, ‎empat pekerja seks komersial (PSK) asal Vietnam yang tertangkap basah berpraktik di sejumlah hotel di Kota Batam, Kepri, dideportasi ke negara asalnya, Kamis (7/5) malam.  

Mereka adalah Yo Thi Kieu Nhi, 33; Tran Thi Kim Chi, 22; Nguyen Phuc Thao Hien, 27; serta Dang Huyng Trang, 23.

Keempat PSK ini sebelumnya ditangkap petugas Imigrasi Kelas I Khusus Batam di sebuah hotel berbintang empat di kawasan Nagoya, Sabtu (2/5) lalu.

Kini mereka telah dipulangkan dengan pengawal hingga naik ke pesawat menuju Vietnam melalui bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

"Mereka dipulangkan dari Batam melalui bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju ke negara asal," ujar Kabid pengawasan dan penindakan keimigrasian Batam, M Rafli.‎

Rafli mengatakan keempat wanita asal Vietnam ini dipulangkan setelah melalui proses keimigrasian. Mereka melanggar izin kerja di Indonesia dan sudah dikenai sanksi keimigrasian.
 


(UWA)