Gepeng hanya Didata lalu Dilepas Kembali

Nurul Hidayat    •    Senin, 11 May 2015 08:49 WIB
penertiban
<i>Gepeng hanya Didata lalu Dilepas Kembali </i>
Gelandangan dan pengemis yang dirazia di Mojokerto, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Mojokerto: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng) dianggap sekadar seremonial belaka. Anggapan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Junaidi Malik.

"Gepeng masih menjadi masalah serius buat Kota Mojokerto, pasalnya penanganan gepeng hanya sekedar pendataan kemudian dilepas kembali, bukan dilakukan penangangan yang serius," ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Junaidi Malik, Minggu (10/5/2015).

Junaidi menilai penanganan gepeng kurang optimal. Mereka didata lalu diserahkan ke Dinas Sosial Kota Mojokerto. "Cara seperti ini tidak akan menimbulkan efek jera bagi mereka (gepeng) yang ada mereka akan berfikir hanya seperti saja prosesnya dan akan kembali kejalan," imbuhnya.

Menurut Junaidi, solusi terbaik adalah kerja sama antara lembaga. "Dalam razia rutin hendaknya satpol PP berkerja sama dengan Dinsos, bukan satpol PP yang merazia, dinsos yang mendata. Serta target sasaran harus jelas," jelasnya.

Di lain tempat, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Mojokerto, Salbiah,  mengatakan gepeng hasil limpahan Satpol PP akan dibina. Namun jika sudah tiga kali terjaring, gepeng yang bersangkutan tidak bisa lagi ditolerensi.  “Satu dua kali terjaring, kami beri pembinaan. Kalau domisilinya dan ada keluarga yang menanggung kami pulangkan. Tapi kalau sudah terjaring tiga kali, ya terpaksa kami  kirim ke UPT Dinas Sosial Sidoarjo untuk pembinaan lebih lanjut,” terangnya.


(RRN)