JK: Jangan Bawa 'Jakarta' ke Takalar

Dheri Agriesta    •    Senin, 11 May 2015 13:16 WIB
jusuf kalla
JK: Jangan Bawa 'Jakarta' ke Takalar
Suasana acara peluncuran program Jaring 2015 yang diadakan di Pantai Boddia, Takalar, Sulawesi Selatan--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: "Jangan dibawa 'Jakarta' ke Takalar ini," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakhiri pidato sembari melirik deretan pendingin ruangan yang berbaris rapi, saat berpidato dalam acara peluncuran program Jaring 2015 yang diadakan di Pantai Boddia, Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (11/5/2015).

JK mengapresiasi tindakan yang diambil panitia untuk mendukung acara berlangsung sukses. Namun, ada sedikit kritikan yang disisipkan untuk panitia.

"Saya ingin menghargai acara ini, namun saya pikir ini tadi di Jakarta, karena pakai AC dan segala macam. Sekiranya ini kita dapat angin sepoi dari laut, memandang penjuru laut lebih indah dari pada berada di tempat terkurung ini. Kenapa? setiap acara harus menyentuh masyarakat. Jangan masyarakat ketakutan melihat kita berada di dalam tenda ber-AC seperti ini," kata pria asal Makassar ini.

JK mengatakan, pembicaraan dalam setiap acara yang dilaksanakan harus sampai kepada masyarakat. Apalagi, program yang disusun ditujukan kepada masyarakat kelas bawah, terutama nelayan.

Ketakutan yang disampaikan JK memang terlihat saat acara berlangsung. Beberapa warga berdiri menjaga jarak dari tenda yang digunakan untuk meresmikan acara. Warga lebih banyak memandang dari jauh dan melambaikan tangan saat orang nomor dua di republik ini berjalan menuju pinggir pantai untuk melepas bibit rajungan dan nelayan Takalar yang hendak melaut dalam waktu lama.

JK pun meminta gubernur dan bupati menjadikan hal ini sebagai pembelajaran. Pelaksanaan acara haruslah disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai.

"Jadi sekiranya ada acara lain Pak Gubernur itu disesuaikan dengan kondisi, lebih baik kita merasakan indahnya laut daripada AC, di Jakarta pun tiap hari rasakan AC," tegas JK.

Selain itu, biaya yang dikeluarkan dengan pelaksanaan yang sederhana akan lebih murah. Kedekatan dengan masyarakat dan biaya murah dapat diperoleh secara bersamaan. Meski begitu, JK tetap mengapresiasi upaya dari pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan ini.

"Harapan kita dan pasti lebih murah pasti kan. Jadi itulah harapan saya. Tapi ditetapkan saja untuk acara berikutnya. Tapi sekali lagi saya tetap menghargai upaya seperti ini utamanya tadi bagaimana kita menghargai dan menjalankan pemerintahan yang baik," tutup JK.

Dalam peresmian program kebijakan Jaring 2015 ini turut hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliawan Hadad, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin.


(YDH)